hut

Klaster Cabai Binaan BI Belum Mampu Bendung Kenaikan Harga

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PURWOKERTO — Hasil panen cabai pada klaster binaan Bank Indonesia (BI) di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas belum mampu membendung kenaikan harga cabai. Kawasan yang merupakan tadah hujan, juga terimbas kekeringan dan hasil panen jauh menurun.

Kepala BI Perwakilan Purwokerto, Agus Chusaini menjelaskan tentang klaster cabai, Rabu (21/8/2019). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala BI Perwakilan Purwokerto, Agus Chusaini mengatakan, musim kemarau yang berkepanjangan tidak bisa dihindari dan berdampak juga terhadap klaster cabai. Selain itu, tanaman yang sudah panen beberapa kali, sekarang hasilnya tidak sebanyak saat perdana.

“Klaster cabai juga terkena dampak kemarau, apalagi lahannya merupakan sawah tadah hujan,” jelasnya, Rabu (21/8/2019).

Selain itu, lanjutnya, luasan lahan juga masih sangat terbatas, sehingga hasil panennya belum mampu mendominasi suplai cabai di pasaran.

Klaster cabai binaan BI menggunakan metode sungkup, yaitu menggunakan besi dan plastik sebagai payung tanaman. Saat cuaca ekstrim, tanaman tetap terlindungi. Selain itu, juga relatif lebih aman dari serangan hama, serta penggunaan pupuk lebih irit, karena tanah tidak tergerus air.

Hasil panen cabai juga meningkat, jika sebelumny pada kisaran 8-9 ton per hektare, setelah menggunakan metode sungkup ini, naik menjadi 16-17 ton per hektare. Metode sungkup juga membuat usia tanaman cabai lebih cepat panen. Dalam satu tahun, petani bisa panen cabai hingga 20 kali, dengan usia tanaman siap panen rata-rata 85 hari.

Namun, musim kemarau tidak bisa dihindari, Saat ini BI bersama petani binaan sedang berupaya mencari solusi untuk menghadapi musim kering. Sebagai alternatif, Agus menyebut akan dibuat embung atau sumur di lahan cabai, supaya suplai air tetap ada saat musim kemarau.

“Kita masih diskusikan beberapa alternatif dengan para petani di klaster, kemungkinan bisa dibuat embung atau sumur, serta berupaya pula untuk mencari lokasi lain yang lebih cocok,” terangnya.

Saat ini harga cabai rawit merah di Banyumas terus mengalami kenaikan dan sudah beberapa hari ini harganya bertahan Rp85.000 per kilogram. Sementara untuk cabai merah keriting, harganya Rp70.000 per kilogram. Padahal dalam kondisi normal, hanya cabai hanya pada kisaran Rp40.000 per kilogram. Melonjaknya harga cabai ini, akibat pasokan cabai yang minim di pasaran.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com