hut

Komunitas Arung Jerang Gelar Upacara Kemerdekaan di Sungai Serayu

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Ratusan anggota komunitas arung jeram, yang tergabung dalam Federasi Arung Jerang Indonesia (Faji) Jawa Tengah, menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di aliran Sungai Serayu.

Bendera merah putih berukuran 15 x 10 meter, dikibarkan dari atas jembatan yang membentang membelah sungai. Upacara anggota Faji dengan 30 perahu. Ada yang menggunakan perahu karet, ada pula yang memakai perahu kayak.

Masing-masing perahu berisi sekitar enam hingga tujuh orang. Prosesi upacara layaknya upacara bendera di lapangan, diawali dengan menyiapkan pasukan, kemudian ada amanat pembina upacara dan urutan lainnya.

Pada prosesi puncak pengibaran bendera merah-putih, seluruh peserta upacara di atas perahu menghadap ke arah jembatan rel kereta api (KA) yang membentang di atas Sungai Serayu. Secara perlahan, bendera dikibarkan dengan menggunakan tali, oleh empat petugas dari atas jembatan. Pengibaran bendera tersebut diiringi dengan nyanyian lagu Indonesia Raya dari para peserta upacara, disertai hormat kepada Sang Merah Putih.

Ketua Faji Jawa Tengah, Bambang Siswoko Utomo usai upacara, Sabtu (17/8/2019) menjelaskan tentang pelaksanaan upacara di atas sungai. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Upacara yang dimotori oleh Faji Jawa Tengah tersebut, menyita perhatian warga sekitar di Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Ketua Faji Jawa Tengah, Bambang Siswoko Utomo, mengatakan, ide untuk menggelar upacara di atas aliran sungai untuk menggugah kepedulian masyarakat terhadap sungai. Sehingga, generasi muda serta masyarakat sekitar sungai tergerak untuk merawat sungai.

“Upacara di atas Sungai Serayu ini, utamanya tentu untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74. Dan melalui upacara ini, kita juga ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat sekitar sungai utamanya, untuk menjaga kelestarian sungai, dengan mengajak mereka datang dan melihat sungai kita ini dari dekat,” terangnya usai upacara, Sabtu (17/8/2019).

Bambang menyebut, dalam perjuangan memerdekakan Indonesia, pejuang juga seringkali menyusuri sungai ataupun melakukan perlawanan kepada penjajah dari sungai. Sehingga, sungai juga menjadi bagian dari sejarah. Dan sejak jaman dulu, sungai selalu menjadi nadi kehidupan masyarakat. Mulai dari pemanfaatan air sungai untuk pertanian, untuk kebutuhan warga sekitar, hingga untuk wisata.

Salah satu peserta upacara, Eko, mengatakan, Dia bangga bisa melaksanakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan cara yang berbeda, yaitu di atas sungai.  “Sejak kecil di bangsu SD hingga dewasa, saya selalu mengikuti upacara di darat, sehingga sekarang rasanya beda. Kita harus mengayuh perahu terlebih dahulu ke lokasi upacara, kemudian hormat pada bendera sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya di atas perahu, rasanya lebih heroik,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!