hut

Konsep Wisata Halal di NTB Baru Sebatas Formalitas

Editor: Mahadeva

MATARAM – Konsep wisata halal di Nusa Tenggara Barat saat ini dinilai masih sebatas seremonial dan formalitas. Wisata halal hanya menonjolkan sesuatu yang sifatnya fisik, seperti label makanan halal dan memperbaiki wajah Islamic Center.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Provinsi Nusa Tenggara Barat, Baiq. Mulianah / Foto Turmuzi

“Kalau dilihat, konsep wisata halal kita di NTB masih sebatas seremonial dan formalitas. Belum menyentuh hal yang substansial, bagaimana dengan konsep wisata halal tersebut bisa berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” tandas Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Baiq. Mulianah dalam diskusi menatap masa depan industri pariwisata NTB, pasca gempa, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, untuk memajukan pariwisata NTB, pemerintah bisa mengangkat nilai sosial, budaya dan kearifan lokal masyarakat NTB. Keberadaan kearifan lokal tersebut, justru lebih disukai wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah.

Keragaman budaya di NTB, mulai dari suku, kultur budaya, makanan dan bahasa, termasuk makanan khas masyarakat lokal merupakan faktor asik dan unik. “Pengembangan model pariwisata macam ini, justru akan lebih berkontribusi nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Seperti yang dilakukan  masyarakat Cina. Untuk mengembangkan sektor pariwisata masyarakat di negara tersebut, betul-betul menonjolkan nilai budaya lokal masyarakat setempat. Mulai dari bahasa, pakaian hingga kebiasaan masyarakat setempat tetap dipertahankan. “Seharusnya substansi dari wisata halal itu pada penguatan faktor kebudayaan dan kearifan lokal NTB sebagai ciri khas yang bisa dijual kepada wisatawan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Syeh Idrus, mengatakan, persoalan lain yang tidak kalah penting dalam upaya memajukan pariwisata adalah, bagaimana memastikan objek wisata yang ada di NTB, nyaman dikunjungi, namun terbebas dari sampah.

Seperti keberadaan objek wisata Gili Terawangan dan Gunung Rinjani, yang membawa daya tarik luar biasa. Makin banyak yang berkunjung. Namun, hal itu juga mengandung risiko munculnya sampah.

Lihat juga...