hut

Laintainisasi 400-an RTLH di Krambilsawit Ditarget Rampung Tahun Ini

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, mentargetkan segera merampungkan penyaluran program bantuan lantainisasi sekira 400 rumah keluarga miskin di Desa Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Direncanakan, kegiatan dapat selesai dalam waktu dekat ini. Program bantuan lantainisasi tersebut, diberikan Yayasan Damandiri, melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari. Kegiatannya, untuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan di salah satu desa terpencil di Kabupaten Gunungkidul tersebut. Bantuan lantainisasi tersebut, diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

Pengawas KUD SHS Mandiri Krambilsawit, Antono Putra – Foto Jatmika H Kusmargana

Pengawas KUD SHS Mandiri Krambilsawit, Antono Putra, mengatakan, program lantainisasi mulai dilakukan secara bertahap sejak awal 2019 lalu. Pada tahap pertama sudah ada 90 rumah warga yang mendapatkan bantuan.

Sedangkan pada tahap ke dua, program lantainisasi disalurkan kepada 166 keluarga yang lantai rumahnya masih berupa tanah. “Sementara untuk tahap ke tiga nanti, rencananya akan ada sebanyak 140 h-ngga 150-an kk (Kepala Keluarga) yang akan menerima bantuan lantainisasi. Harapannya tahun ini selesai, semua,” katanya kepada Cendana News.

Program bantuan lantainisasi tersebut, dinilai sangat membantu masyarakat Desa Krambilsawit. Selama berpuluh-puluh tahun, masih banyak rumah warga yang kondisi lantainya masih berupa tanah. Sehingga bisa dikatakan belum layak, baik dari sisi kebersihan, kesehatan maupun kenyamanan.

“Program lantainisasi ini akan mampu menaikkan level masyarakat miskin maupun sangat miskin yang ada di Desa Krambilsawit. Karena salah satu kategori miskin itu, kondisi rumah warga yakni atap lantai dan dinding (aladin). Dengan program ini, lantainya kita garap, sehingga diharapkan jumlah warga kategori miskin bisa semakin berkurang,” katanya.

Mahalnya biaya material bahan bangunan di Desa Krambilsawit yang terletak di ujung selatan Gunungkidul, menjadi salah satu penyebab masih banyaknya rumah warga yang kurang layak dan berlantai tanah.

Hal itu mendorong Yayasan Damandiri hadir, dengan memberikan bantuan berupa pasir, semen serta biaya tukang, senilai Rp 1,5 juta per-KK. “Dengan pelibatan dan partisipasi masyarakat lingkungan sekitar, diharapkan program ini bisa menyelesaikan persoalan yang ada. Sehingga ke depan tidak ada lagi rumah warga yang kondisi lantainya tidak layak,” pungkasnya.

Lihat juga...