hut

‘Lala dan Lilo’ Ajarkan Anak Berbahasa Inggris

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Rata-rata kemampuan bahasa Inggris anak Indonesia terbilang masih rendah. Berdasarkan Indeks Kemampuan Bahasa Inggris EF English Proficiency Index (EF EPI) tahun 2018, Indonesia menempati peringkat 51 dari 88 negara dengan nilai 51,85.

Berangkat dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa lintas jurusan Universitas Negeri Malang (UNM) menghadirkan buku bacaan bahasa Inggris beraudio, Lala dan Lilo.

Lima mahasiswa tersebut adalah Nilna Almunaa Brilliarahma Hermanto (Desain komunikasi visual), Hafizah Islami Rahmadina (Manajemen), Indra Nurdien Hakim (Teknik elektro), Alif Hanifatur Rosyidah (Pendidikan bahasa inggris) dan Rifki Fajar Fitrianto (Teknik informatika).

Nilna mengatakan, hingga saat ini rata-rata kemampuan bahasa Inggris anak Indonesia masih tergolong rendah, meskipun mereka sudah belajar selama 12 tahun, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Inilah yang kemudian mengundang keprihatinan mereka berlima.

“Akhirnya kami mencari tahu dan menemukan bahwa salah satu penyebabnya adalah karena bahasa Inggris tidak diajarkan sejak usia dini atau usia emas yang merupakan usia paling bagus bagi anak-anak untuk mempelajari bahasa,” jelasnya, saat mengikuti karantina Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di asrama UNM, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya, anak-anak di usia 3-5 tahun tangkapan bahasanya paling tinggi, namun sayangnya bahasa Inggris tidak diajarkan pada usia tersebut. Oleh karenanya buku bacaan Lala dan Lilo dihadirkan untuk memberikan fasilitas bagi potensi belajar anak di bidang bahasa Inggris.

Dikatakan Nilna, di pasaran selama ini buku bahasa inggris yang beredar untuk anak usia dini tidak memiliki aplikasi audio. Tapi hanya berupa tulisan dan gambar saja, sehingga anak-anak tidak diajarkan cara pengucapan kata atau kalimat dalam bahasa Inggris yang benar.

Inilah yang membedakan buku Lala Lilo dengan buku bacaan yang lainnya, karena buku Lala dan Lilo terkoneksi dengan aplikasi audio yang ada di smartphone.

“Setelah anak-anak membeli buku Lala dan Lilo, mereka diharuskan scan barcode yang ada di dalam buku untuk kemudian diarahkan ke google drive supaya bisa mendownload aplikasi audionya. Kita hadirkan Lala Lilo ini supaya anak-anak nantinya bisa membaca, mendengar, kemudian berbicara bahasa Inggris dengan benar,” ungkapnya.

Di dalam buku tersebut, diceritakan Lala Lilo merupakan anak kembar laki-laki dan perempuan dengan karakter yang berbeda. Lala karakternya cenderung lebih aktif, periang dan penuh semangat. Sedangkan Lilo, karakternya kalem dan penyayang.

Lebih lanjut disampaikan anggota lainnya, Hafizah, materi dari buku Lala dan Lilo sudah disesuaikan dengan kurikulum TK.

“Jadi sebelum kami membuat buku ini, kita melakukan riset terlebih dulu kira-kira kurikulum seperti apa yang cocok untuk digunakan kepada anak usia prasekolah,” akunya.

Saat ini buku Lala dan Lilo sudah diperjualbelikan dengan harga Rp80 ribu. Melalui penjualan secara online dan offline, dalam waktu kurang lebih tiga bulan, buku Lala dan Lilo sudah terjual hampir 200 buku.

“Sudah banyak yang membeli khususnya sekolah TK yang menerapkan pembelajaran bahasa Inggris di sekolahnya. Biasanya mereka membeli langsung dalam jumlah yang banyak,” sebutnya.

Terdapat tiga tema besar yang mereka angkat dalam buku Lala dan Lilo yakni tema lingkunganku, Indonesia dan tema keliling dunia.

“Saat ini memang baru satu judul buku yang dibuat yaitu ‘First Day of School’. Tapi nanti rencana ke depannya akan ada 16 seri judul buku lagi yang akan segera digarap. Buku ini juga telah dilengkapi dengan mini dictionary dan game,” pungkasnya.

Lihat juga...