hut

Laskar Bahari Flotim Berjuang Selamatkan Ekosistim Laut

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LARANTUKA — Aksi pengeboman ikan yang marak dilakukan sejak 2016 membuat berbagai pihak prihatin. Berbagai langkah diupayakan, agar dapat menyelamatkan keragaman hayati di pesisir selatan laut Solor, kabupaten Flores Timur tersebut, salah satunya membentuk organisasi masyarakat. Seperti yang dilakukan di tiga desa, yakni Bubu Atagamu di kecamatan Solor Selatan dan Lebao serta Watanhura di kecamatan Solor Timur.

Ketua kelompok Laskar Bahari desa Bubu Atagamu kecamatan Solor Selatan kabupaten Flores Timur, NTT, Nikolaus Pimpin Hala Werang.Foto : Ebed de Rosary

“Kami membentuk organisasi masyarakat untuk membuat Derah Perlindungan Laut (DPL) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata pendamping lapangan Yayasan Tanah Ile Boleng (YTIB), Andreas Soge, Senin (5/8/2019).

Dikatakan Andreas, pihaknya membentuk kelompok Laskar Bahari yang bertugas mengawasi dan memberi informasi kepada pengambil keputusan, terkait penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

“Kami memfasilitasi pembangunan pos pemantau laut. Para anggota kelompok memantau dan bila ada pengeboman ikan bisa melaporkan kepada pihak terkait melalui pesan singkat atau telepon,” terangnya.

Ketua kelompok Laskar Bahari, Nikolaus Pimpin Hala Werang mengatakan, saat awal program masih ada pengeboman.

“Kalau ada yang bom kami melaporkan ke Polair Polda NTT dan dinas Perikanan. Kami foto menggunakan telepon genggam dan menelpon Polairud sehingga pengebom pun dikejar dan ditangkap,” ungkapnya.

Kelompok Laskar Bahari, jelas Nikolaus, beranggotakan 28 orang warga desa Bubu Atagamu kecamatan Solor Selatan. Setelah berjalan selama setahun, 2017 aktivitas pengeboman ikan oleh nelayan dari luar desa di perairan desa Bubu Atagamu dan sekitarnya tidak terjadi lagi.

“Saat pertama banyak tantangan. Saya menyadari kalau ini berhasil, maka semua masyarakat akan mendapatkan manfaat. Setelah berhasil, banyak yang menikmati hasilnya, termasuk pemilik rumpon,” ujarnya.

Nikolaus mengaku berpengalaman bekerja menjaga rumpon di kabupaten Sikka. Ini yang membuatnya mau menjadi ketua kelompok Laskar Bahari karena manfaat perlindungan laut sangat besar bagi kelangsungan ekosistim dan penyelamatan laut.

“Desa juga berencana untuk memasang rumpon dn memberikan bantuan perahu motor bagi nelayan,” tuturnya.

Lihat juga...