hut

Lembata Kembali Menggelar Festival Tiga Gunung

Editor: Mahadeva

LEWOLEBA – Pemkab Lembata, NTT kembali menggelar Festifal tiga gunung. Festifal tersebut melibatkan banyak pihak seperti ASN, pelajar dan masyarakat.

“Tahun lalu saat festival tiga gunung persiapannya terkesan mendadak. Tenda upacara pembukaan saja baru dibangun satu jam sebelum acara digelar,” kata Aktivis sosial kemasyarakatan yang juga warga Lembata, Yohanes Kia Nunang, Minggu (18/8/2019).

Kia Nunang meminta, festival selalu diselenggarakan karena bisa memberikan dampak pendapatan bagi masyarakat. “Buat apa selenggarakan festival kalau tidak ada dampak positif bagi masyarakat. Minimal masyarakat bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dari kegiatan ini,” sebutnya.

Kia Nunang menyebut, anggaran dikucurkan pemerintah secara besar-besaran untuk menggelar sebuah festival. Bahkan nilainya hingga puluhan miliar rupiah. Namun, sarana prasarana wilayah menuju ke destinasi wisata masih belum memadai. “Buat apa hamburkan uang gelar festival, tetapi tidak ada wisatawan yang datang karena fasilitas jalan dan lainnya tidak ada. Seharusnya pemerintah siapkan dulu sarana dan prasaranany, baru lakukan promosi pariwisata,” tegasnya.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengatakan, Pemkab Lembata mulai serius mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di 2020 pihaknya menargetkan PAD sebesar Rp100 miliar. “Kita akan menggenjot sektor-sektor prioritas seperti pertanian, perikanan, dan sektor pariwisata. Ketiga sektor ini akan jadi pemicu untuk pertumbuhan sektor lainnya dan sektor pariwisata sebagai penggerak utamanya,” ungkapnya.

Pemerintah daerah disebutnya, giat melakukan inovasi, promosi. Termasuk melakukan pengembangan destinasi pariwisata. Pembangunan dilakukan pada titik-titik destinasi wisata, yang menjadi daya tarik wisata berbasis masyarakat. “Lamalera akan ditetapkan sebagai titik destinasi branding. Kawasan wisata integrasi Bukit Cinta Lembata seluas 500 hektare, juga akan dikembangkan menjadi sebuah city branding,” jelasnya.

Berbagai fasilitas di destinasi wisata seperti pusat cinderamata, pasar UKM, taman dan wahana bermain dan lainnya disebutnya, akan ditata. Pemerintah juga gencar mempromosikan wisata lewat media sosial, dan menggelar festival tahunan. “Puncaknya digelar Festival 3 Gunung yang di dalamnya mencakup Festival Sole Oha, atraksi kolosal soka leu, dan tarian beku, NTT Fashion Festival serta atraksi paralayang, “ ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com