hut

Lomba Menggambar Tarik Minat Anak Datang ke Museum

Editor: Koko Triarko

MALANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Malang terus berupaya menarik minat masyarakat, khususnya anak-anak untuk berkunjung ke museum. Salah satu dengan menggelar lomba menggambar koleksi museum Mpu Purwa, bagi ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Menengah Pertama (SMP) se kota Malang.

Kepala seksi sejarah nilai tradisi dan permuseuman Disbudpar kota Malang, Wiwik Wiharti Rodiyah, menjelaskan, lomba menggambar tersebut sengaja diadakan dalam rangka bulan kunjungan museum yang didanai langsung dari dana alokasi pusat dari kementerian.

Kepala Seksi Sejarah Nilai Tradisi dan Permuseuman Disbudpar kota Malang, Wiwik Wiharti Rodiyah, menjelaskan terkait lomba menggambar di Museum Mpu Purwa, Kota Malang, Kamis (22/8/2019). –Foto: Agus Nurchaliq

“Tujuannya agar para siswa tidak melupakan tentang sejarah museum, utamanya benda-benda yang ada di dalam museum yang merupakan peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan di masa lampau,” jelasnya, di komplek museum Mpu Purwa, Kamis (22/8/2019).

Selain itu, juga agar mereka semua tahu dan cinta dengan sejarah, karena kota Malang sekarang sudah menjadi kota heritage.

Menurutnya, lokasi lomba sengaja ditaruh di depan museum agar para siswa sekolah-sekolah tertarik dan akhirnya datang berkunjung ke museum, sesuai dengan tema yang diangkat kali ini, yakni ‘Ayo Datang ke Museum’.

Lebih lanjut disampaikan Wiwik, dalam lomba kali ini, peserta dipersilakan menggambar berbagai koleksi benda-benda bersejarah yang ada di dalam maupun di sekitar Museum Mpu Purwa.

“Para peserta sangat antusias sekali. Bahkan, beberapa hari sebelum acara lomba dimulai, mereka sudah datang ke museum untuk melihat lokasi benda-benda bersejarah apa saja yang akan mereka gambar,” sebutnya.

Bagi para pemenang disediakan hadiah berupa uang pembinaan dan tropi. Juara I Rp1,5 juta, juara II Rp1,25 juta, juara III Rp1 juta, harapan I Rp750 ribu, harapan II dan III Rp500 ribu.

Salah satu juri, Sudibyo, menyebutkan, penilaian diorientasikan pada kreativitas dan keunikan dalam berkarya.

Menurutnya, ketika anak-anak survei ke dalam museum untuk melihat benda-benda yang akan digambar, mereka sudah mendapatkan edukasi dan perasaan empati. Dengan adanya rasa empati, mereka akan mencintai yang kemudian di-explore dalam bentuk sebuah gambar.

“Memang anak-anak yang terlibat dalam lomba tidak semuanya mempunyai imajinasi yang kuat, namun demikian karena pokok dasarnya adalah edukasi, maka dari Disbudpar sendiri berharap agar anak-anak bisa mencintai museum Mpu Purwa,” katanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com