hut

Manis Legitnya Sari Kayo, Kuliner Penutup Hidangan di Sumatera Barat

Editor: Mahadeva

Sajian kuliner Sari Kayo yang ada di Rumah Makan Pongek Situjuah, Sabtu (24/08/2019) /Foto : M. Noli Hendra 

PADANG – Masyarakat di Sumatera Barat tidak asing dengan rasa Sari Kayo. Kuliner yang berasa manis, lembut, dan kenyal tersebut sudah menjadi makanan penutup utama, disetiap sajian rumah makan di Sumatera Barat. 

Biasanya, Sari Kayo ditemukan di rumah makan yang ada di daerah Kota Payakumbuh, seperti Rumah Makan Pongek Situjuah. Sebelum disajikan, pramusaji akan menanyakan terlebih dahulu kepada pelanggan, apakah ingin mencicipi Sari Kayo yang merupakan makanan penutup. Bagi yang tidak berselera, pramusaji hanya akan menyajikan sesuai permintaan saja.

Laras, salah seorang pramusaji di menjelaskan, makanan penutup yang disajikan sifatnya gratis. Hanya saja, untuk Sari Kayo tidak diberikan secara gratis. Harganya hanya Rp5.000 per-porsi yang disajikan bersama dengan sebungkus kecil beras ketan putih.  “Kenapa jadi makanan penutup, biar setelah makan yang pedas. Nah pas makan yang manis jadi hilang pedasnya,” jelas Laras, Sabtu (24/8/2019).

Sari Kayo hanya ada di daerah Payakumbuh atau di Kabupaten Limapuluh Kota, karena kuliner manis tersebut lahir di daerah tersebut. Daerah lain di Sumatera Barat, tidak memiliki pengetahuan untuk membuat Sari Kayo.

Laras pramusaji di Rumah Makan Pongek Situjuah yang juga memiliki keahlian membuat Sari Kayo kuliner khas Minangkabau, Sabtu (24/08/2019)/ Foto: M. Noli Hendra

Sari Kayo berasa manis, karena kuliner tersebut terbuat dari gula pasir dan sejumlah bahan-bahan lain. Sari Kayo yang disajikan menyerupai agar-agar. Nah untuk mencicipinya, dibuatkan ketan beras putih atau bisa juga lemang. Sari Kayo dibuat dengan bahan-bahan telur yang dikocok lepas, gula merah, daun pandan, kayumanis, garam dan santan kental. “Untuk membuatnya tidak lama. Yang lama ialah mendinginkan sari kayo hingga menjadi agar-agar,” katanya.

Untuk membuat Sari Kayo diawali dengan mengocok telur, lalu masukkan irisan gula merah, dan campurkan dengan santan. Saring adonan, dan masukkan ke dalam wajan. Kemudian, letakkan irisan daun pandan di atasnya sebagai pewangi. “Selanjutnya, kukus hingga matang sekitar 20 menit. Setelah membeku lalu dinginkan, dan jadilah Sari Kayo itu,” jelasnya.

Sedangkan untuk ketan, dibuat secara  terpisah. Alasan diperlukannya menikmati Sari Kayo dengan beras ketan, karena untuk mendapatkan rasa yang enak itu, Sari Kayo harus dimakan dengan beras ketan. Membuat Sari Kayo membutuhkan keahlian khusus. Untuk membuat Sari Kayo, dibutuhkan belajar dari pendulu. Kuliner tersebut merupakan warisan turu temurun di keluarga Laras.

Lihat juga...