hut

Maria, Pengusaha Kecil dari Larantuka yang Pantang Mengemis

Editor: Mahadeva

Maria Dalena, seorang perempuan pengusaha kecil di kelurahan Weri kota Larantuka kabupaten Flores Timur,NTT yang belum pernah mendapat bantuan pemerintah, saat ditemui Cendana News, Selasa (13/8/2019) - Foto : Ebed de Rosary

LARANTUKA – Hidup adalah perjuangan. Sebuah jalan untuk terus berkarya, agar bisa mendapatkan uang untuk menyambung hidup.

Prinsip tersebut dipegang teguh ibu dua anak bernama Maria Dalena (43). Keteguhan dan kegigihan untuk terus berusaha, melekat erat dalam diri perempuan yang tinggal di rimah sederhananya. Dia terus bekerja menjual jasa dan aneka makanan hasil olahan demi menyambung hidup.

“Tadi saya duduk di pasar Inpres Larantuka dan melihat emak-emak sedang menjual jewawut. Kasihan sekali, sejak pagi dagangan mereka tidak laku,” ungkap Maria, Selasa (13/8/2019).

Maria-pun memotret dagangan yang digelar para perempuan setengah baya lalu memuatnya di media sosial. Tak lama berselang, banyak temannya yang memesan dan membelinya.

Dirinya pun membawa dagangan tersebut ke rumah karena banyak pembeli yang tertarik. Tak segan Dirinya menawarkan kepada Cendana News, aneka kue dan dagangan lain untuk dibeli. “Saya harus berusaha meskipun keuntungan yang didapat belum seberapa. Namun lumayan untuk membiayai hidup dan memang butuh perjuangan dalam membangun usaha,” terangnya.

Roti isi ubi jalar ungu yang diproduksi Maria Dalena, seorang perempuan pengusaha kecil di kelurahan Weri kota Larantuka, kabupaten Flores Timur,NTT, Selasa (13/8/2019). Foto : Ebed de Rosary

Selepas bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang melalangbuana ke Singapura, Malaysia bahkan Inggris, Maria memilih menetap di Tangerang. Bersama almarhum suaminya, mereka hidup sederhana di tanah rantau.

Saat sang suaminya sakit, mereka terpaksa pulang ke Larantuka. Dan tak lama berselang, sang suami meninggal dunia di 2015 silam. Maria akhirnya menghidupi dua anaknya dengan mandiri.  “Saya sempat mengalami kesulitan dimana tidak bisa membayar cicilan kredit mobil. Terpaksa mobil tersebut ditarik perusahaan kredit akibat tunggak membayar,” ujarnya.

Maria-pun mulai membuka usaha laundry kecil-kecilan. Bermodalkan iklan di media sosial, banyak kolega dan teman mempergunakan jasanya. Perempuan energik ini pun mulai mencoba membuka usaha menjual kue.

Aneka kue dijual, meski lebih terfokus menjual roti. Aneka roti yang dibuat disukai pembeli, karena nyaman dikonsumsi penderita lambung. Salah satu yang banyak disukai adalah, roti isi ubi jalar ungu. “Saya menjualnya lewat media sosial dan banyak yang pesan. Sehari minimal bisa untung minimal Rp100 ribu, dan sampai sekarang-pun pembeli terus bertambah, karena katanya roti saya enak,” tuturnya bangga.

Dari usahanya, Maria mampu mengantongi keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Uang yang diperoleh dipergunakan untuk membayar sewa rumah serta membiayai kehidupan keluarganya. Meski sering dipandang sebelah mata. Maria tidak merasa malu.

Kue Kembang Goyang yang diproduksi Maria Dalena, seorang perempuan pengusaha kecil di kelurahan Weri kota Larantuka, kabupaten Flores Timur,NTT, Selasa (13/8/2019). Foto : Ebed de Rosary

Baginya, hidup harus terus berusaha dan tidak boleh mengemis, meminta belas kasihan orang lain. “Sampai saat ini usaha saya tetap berjalan dan tidak pernah mendapatkan bantuan modal dari pemerintah. Banyak yang menyarankan saya mengajukan proposal namun saya belum juga beruntung dapat bantuan dana pemerintah,” ucapnya.

Lusiana salah seorang warga Kota Larantuka yang menjadi pelanggan roti yang dijual maria, menyebut, selain harganya yang murah dari Rp5 ribu sampai Rp15 ribu. Roti buatan Maria disebutnya enak dikonsumsi. ‘Saya selalu membeli roti buatannya untuk dimakan bersama anggota keluarga. Harganya pun lumayan murah dan enak sehingga saya sering membelinya,” tuturnya.

Bagi Lusiana, Maria tipe perempuan yang tegar dan ulet dalam berusaha. “Meskipun terkadang usahanya mengalami kerugian namun dirinya tetap terus berusaha. Orangnya kreatif dan selalu membuat terobosan baru dengan menjual aneka produk yang baru,” pungkasnya.

Lihat juga...