Masuk Pasar Alok Kembali Dikenai Tarif

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Setelah hampir setahun, tarif masuk dan parkir ke Pasar Alok Maumere kembak diberlakukan. Kebijakan tersebut sempat tidak diberlakukan sejak September 2018.

Penghentian tarif dilakukan setelah ada demo pedagang pasar, yang meminta tarif masuk dihapus. “Dulu bupati hapus retribusi masuk yang sebelumnya diberlakukan. Sekarang bupati berlakukan lagi pungutan tarif masuk. Ini kan aneh, dan terkesan coba-coba dalam mengambil kebijakan,” tandas Stefanus Nong, Warga Maumere saat ditemui di Pasar Alok, Jumat (9/8/2019).

Stef menyebut, dulu pedagang meminta agar tarif masuk ke pasar Alok dihapus, dengan menggelar demo ke gedung DPRD dan kantor Bupati Sikka. Pedagang beralasan, tarif masuk membuat Pasar Alok sepi pembeli. “Pembeli sepi bukan akibat dari adanya pungutan karcis masuk bagi kendaraan bermotor tetapi karena adanya pasar pagi terbatas di TPI. Dulu pasar pagi bupati resmikan, tak lama setelah berjalan akhirnya ditutup lagi,” tuturnya.

Stef melihat, Bupati Sikka selalu mengikuti kemauan pedagang, meskipun itu tidak memberikan pendapatan bagi daerah. Pembangunan portal di Pasar Alok dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah. “Harusnya bupati tegas, kalau salah ya salah. Jangan salah tapi diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk melakukannya. Akhirnya membuat pedagang dan pembeli yang sudah terbiasa tidak membayar karcis masuk akan kembali ke kebiasaan lamanya,” tandasnya.

Tadeus Tara pedagang kain tenun ikat di pasar Alok,Maumere, kabupaten Sikka,NTT saati ditemui Cendana News, Jumat (9/8/2019) – Foto : Ebed de Rosary

Tadeus Tara, pedagang di Pasar Alok, mengaku sejak adanya demo pedagang ke DPRD dan kantor Bupati Sikka, dirinya mengaku tidak setuju. Dia setuju dengan keberadaan portal, agar ada pemasukan. “Kan nantinya ada pemasukan bagi daerah dan uangnya dipergunakan juga untuk memperbaiki dan menata pasar. Tapi petugas yang menagih karcis masuk harus ditertibkan,” tandasnya.

Sebagai pedagang,Tadeus berharap pemerintah mencari cara agar Pasar Alok kembali ramai. Harus dilakukan penataan dan menjaga kebersihan pasar, agar pembeli merasa nyaman.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, SH mengatakan, mulai Senin (12/8/2019), semua tarif parkir diberlakukan kembali. Petugas akan memungut di pintu keluar bagian barat dan utara. “Untuk kendaraan roda dua tarifnya Rp1.000, sementara kendaraan roda empat sebesar Rp2.000. Pemungutan tarif parkir ini sesuai Peraturan Bupati Sikka Nomor 28 Tahun 2018, tentang Retribusi Pelayanan Pasar,” jelasnya.

Perbup tersebut dijabarkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Sikka, Nomor 510/37/VIII/2019, tentang Parkir Berlangganan untuk Kendaraan Bermotor Pengguna Tetap Pasar dan Ojek. “Untuk para pedagang yang memiliki kendaraan bermotor dan tukang ojek di Pasar Alok, akan diberlakukan tarif langganan. Kendaraan roda dua Rp31 ribu per-bulan  dan roda empat Rp61 ribu per-bulan,” pungkasnya.

Lihat juga...