hut

Mayoritas Penyandang Disabilitas di Bekasi dari Luar Daerah

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi, Jawa Barat, Agus Harpa, mengakui penyandang disabilitas mental di Kota Bekasi didominasi oleh warga dari luar daerah. Hal tersebut berdasarkan data hasil pengamanan rutin setiap bulan, yang didapati dari mereka tanpa identitas.

“Kasus pada 2019 meningkat dibanding tahun lalu terkait penyandang disabilitas mental berkeliaran di jalan. Tahun ini, sebulan Dinsos mengamankan minimal lima penyandang disabilitas di Kota Bekasi, kebanyakan tidak memiliki identitas,” ujar Agus Harfa, kepada Cendana News, Rabu (14/8/2019).

Dikatakan, dari hasil pengamanan didominasi penyandang disabilitas mental dari luar daerah tanpa ada keluarga atau alamat jelas di Kota Bekasi. Apakah sengaja dibuang di Kota Bekasi, Agus enggan berspekulasi.

Agus Harfa, Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi –Foto: M Amin

Dia hanya mengatakan, siapa pun penyandang disabilitas yang meresahkan atau dilaporkan warga, Dinsos Bekasi tetap memberi pelayanan maksimal sesuai perintah Wali Kota Bekasi, bahwa negara harus hadir tanpa harus tahu dia berasal dari mana.

Setelah dilakukan pengamanan dan pendataan, maka dititipkan ke Yayasan Galuh atau Jamrud Biru di wilayah Mustikajaya. Hal tersebut bentuk dari hadirnya negara, agar penyandang disabilitas tidak meresahkan atau berkeliaran di jalan.

Dalam kesempatan itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk melapor jika mengetahui penyandang disabilitas mental ditemukan berkeliaran, dan meresahkan di Kota Bekasi.

Untuk melapor bisa melalui media sosial, seperti instagram, Facebook atau twitter resmi Dinsos Kota Bekasi.

Menurutnya, dari sejumlah penyandang disabilitas mental yang telah dibina Dinsos Kota Bekasi, banyak gangguan disebabkan faktor ekonomi. Rata-rata sudah usia dewasa 40 tahun ke atas.

“Kalau ada keluarga enak, ada yang tanggung jawab. Tapi, tahun ini banyak tanpa identitas. Pada 2018, sebulan paling dua atau tiga orang yang diamankan Dinsos, dan 2019 ini meningkat bisa lima penyandang disabilitas mental dalam sebulan,” tegasnya, kembali.

Diakuinya, dalam pembinaan penyandang disabilitas mental Dinsos Kota Bekasi, bekerja sama dengan Yayasan Galuh atau Jamru Biru. Kerja sama dalam hal bantuan terkadang Dinsos memberi bantuan berupa beras atau makanan lainnya di dua yayasan tersebut.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!