hut

Mekarsari Ajak Pengunjung Menerbangkan Pesawat Kertas

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Permainan pesawat kertas mungkin termasuk salah satu permainan yang paling sering dan paling dikenal oleh semua anak kecil generasi era 1980 sampai 1990-an.

Tapi pergeseran jenis permainan, membuat permainan tersebut sudah mulai dilupakan anak-anak. Sehingga, pada momen perayaan hari kemerdekaan kali ini, Taman Buah Mekarsari mengajak pengunjungnya untuk kembali menikmati keceriaan permainan tersebut.

Marketing Communication Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan, menyatakan, permainan pesawat kertas merupakan permainan yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. “Sebagian besar dari kita pernah memainkan permainan ini saat anak-anak. Biasanya saat di sekolah, sambil menunggu pelajaran berikutnya atau di rumah saat senggang. Tapi coba lihat sekarang, anak-anak lebih sering main game,” kata Firman di sela-sela lomba Menerbangkan Pesawat Kertas di area danau Taman Buah Mekarsari, Sabtu (17/8/2019).

Firman menyebut, permainan membuat dan menerbangkan pesawat kertas ini mengajarkan kreativitas. “Dalam perlombaan ini, kita membagi peserta menjadi tiga kelompok, yaitu pertama anak-anak yang dibantu oleh orang dewasa dalam membuat dan menerbangkan, anak-anak yang dibantu membuat oleh orang dewasa dan menerbangkan sendiri serta kelompok dewasa,” urai Firman.

Firman menyebut, ada beberapa cara membuat pesawat terbang dari kertas. Terutama jika ingin pesawat kertas bisa terbang jauh dan melayang dalam waktu lama. “Ada beberapa cara untuk membuat pesawat kertas. Itu termasuk bagaimana melipat dan bagaimana cara menerbangkannya. Disitulah seni dari perlombaan ini,” urainya.

Anak akan diajarkan bagaimana cara melipat yang baik. Kemudian akan diajarkan cara menerbangkannya. “Terkadang anak-anak juga punya teknik sendiri. Misalnya mitos bahwa pesawat kertas bikinan harus di hah, supaya bisa terbang jauh,” ujar Firman sambil menunjuk beberapa anak yang membuka mulutnya di depan moncong pesawat kertas dan bersuara hah.

Salah satu peserta dari kelompok anak-anak, Pasya, yang berasal dari Depok, terlihat membuat pesawat kertasnya sendiri. Tanpa dibantu oleh orang tuanya.  “Sering diajarin sama ayah di rumah buat bikin pesawat. Jadi sekarang sudah bisa bikin sendiri,” kata Pasya usai menerbangkan pesawat kertasnya yang mampu terbang mencapai enam meter.

Tapi, tidak semua anak terlihat familiar dengan proses pembuatan pesawat kertas. Terlihat orangtua anak-anak lebih aktif untuk membuatkan dan membimbing dalam menerbangkan pesawat kertas.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!