hut

Melalui Es Krim, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Torehkan Rekor MURI

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menorehkan sejarah baru dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menggelar acara es krim ubi jalar terbanyak. Rekor baru ini bahkan menjadi rekor dunia yang baru pernah ada di dunia.

Senior Manager MURI, Aryani Siregar mengatakan, awalnya pengajuan dari UMP ada 1.500 peserta, namun saat acara dilaksanakan, jumlah peserta melebihi target, yaitu total ada 3.210 peserta.

Senior Manager MURI, Aryani Siregar (kerudung biru) memberikan piagam pemecahan rekor MURI kepada Rektor UMP, Dr. Anjar Nugroho, Rabu (14/8/2019). Foto: Hermiana E. Effendi

“Ini rekor yang spektakuler, yaitu makan es krim ubi jalar terbanyak, menjadi rekor dunia dan merupakan rekor MURI yang ke 9.107. Rekor ini spektakuler karena sekaligus mengkampanyekan es krim dari tanaman ubi jalar, yang sehat dan bergizi,” terangnya, usai pemberian rekor MURI di lapangan UMP, Rabu (14/8/2019).

Menurut Aryani, rekor makan es krim ini menjadi rekor pertama, sebelumnya pernah ada pengajuan rekor makan es krim, tetapi tidak lolos. Sehingga UMP menjadi yang pertama menyelenggarakan rekor makan es krim terbanyak, serta rekor pertama makan es krim dari ubi jalar.

Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho mengatakan, rekor MURI es krim ubi jalar ini merupakan rekor ketiga yang diperoleh UMP. Sebelumnya, UMP pernah meraih rekor MURI untuk pemegang saham syariah terbanyak dan rekor untuk website terbanyak yang menampung solusi untuk negeri.

“Es krim ubi jalar, inovasi dari Fakultas Pertanian UMP ini merupakan rekor MURI ketiga yang diperoleh UMP. Pesertanya juga melebihi target,” jelasnya.

Pesan yang ingin disampaikan UMP dalam acara pemecahan rekor MURI ini adalah, mengajak masyarakat untuk mulai gemar mengolah bahan pangan lokal yang mengandung nilai gizi tinggi.

Rektor menegaskan, ubi jalar sebagai bahan makanan yang sering dipandang sebelah mata, ternyata bisa diolah menjadi makanan favorit sebagian besar masyarakat, yaitu es krim.

Nilai ekonomis dari ubi jalar meningkat dan masyarakat bisa menikmati makanan berkualitas yang sehat, dengan bahan baku murah dan mudah diperoleh.

“Rasa es krim juga tidak kalah enak, bahkan bisa dibilang lebih enak dari es krim biasa dan yang terpenting aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak,” pungkasnya.

Sementara itu, ribuan anak-anak Sekolah Dasar (SD) serta masyarakat sekitar dan mahasiswa berbaur di lapangan untuk menikmati es krim bersama. Pihak panitia sempat kewalahan membagikan es krim, karena banyaknya peserta yang datang.

“Es krimnya enak, apalagi dimakan habis upacara dan habis kepanasan,” kata salah satu siswa kelas IV SD, Toha yang makan es krim ramai-ramai bersama teman-temannya.

Lihat juga...