hut

Mendidik Anak PAUD Gemar Membaca di Tingkat Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menjalankan program membaca sejak usia dini dengan melakukan pembinaan dan mengajak anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kini, PAUD yang dipilih yakni PAUD Bintang Bunda, di Kenagarian Gurun Panjang Barat, Kecamatan Bayang.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Mawardi Roska, mengatakan, dalam program Diskerpus kali ini dengan alasan mentargetkan anak PAUD, karena membaca buku adalah sebuah upaya bagi setiap orang untuk belajar tanpa henti sepanjang hayat. Sehingga sangat tepat rasanya, jika gemar membaca telah mulai sejak masih kecil.

Ia menyebutkan, idealnya kebiasaan membaca memang harus dipraktikkan sejak usia dini, melalui membaca anak akan terbiasa mendengar berbagai kosakata baru. Hal tersebut bertujuan dapat memperkaya anak-anak PAUD dalam memahami berbagai kata yang ada di sekitar mereka.

Di sisi lain, program itu juga merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk membuat otak agar lebih berkembang karena anak dirangsang memperkaya bahasa mereka.

“Ketika anak sudah mulai masuk Sekolah Dasar seorang anak kelak memiliki kebiasaan membaca ataukah tidak, tentu sangat bergantung dari bagaimana cara orang tua mendidiknya,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Mendidik anak-anak PAUD, tentu bukan hanya sekadar menyuruh anak agar rajin membaca lalu selesai, tetapi mendidik yang paling efektif adalah dengan menggunakan keteladanan.

Artinya, orangtua juga harus memiliki kebiasaan membaca, sehingga dengan begitu kebiasaan tersebut akan menular dan ditiru oleh anak-anaknya.

Lebih lanjut, Kepala Diskerpus menambahkan dalam mengenalkan konsep baru untuk menumbuhkan gemar membaca terhadap anak usia dini dapat dilakukan mulai dari pengenalan warna, bentuk, huruf, angka dan lain-lain.

Membaca dapat juga melatih anak untuk berpikir logis dan dapat pula membantu kemampuan berpikir awal mereka.

“Semoga kegiatan seperti ini akan dapat bermanfaat bagi anak-anak usia dini sehingga dapat menumbuhkan rasa minat bacanya hingga mereka tumbuh dewasa,” tutupnya.

Untuk itu, supaya bisa mendukung keperluan dalam membaca buku tidak hanya untuk anak-anak PAUD, Mawardi Roska juga mengajak masyarakat, pelajar dan para ASN di lingkungan Pemkab Pesisir Selatan untuk memanfaatkan Perpustakaan Daerah, sebagai wadah menambah wawasan dan pengetahuan melalui gemar membaca.

Menurutnya Pemkab Pessel melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip pernah meluncurkan program Roll Book di Nagari – Nagari. Dan, melalui roll book di Nagari, masyarakat juga bisa memanfaatkan buku – buku bacaan yang ada.

“Dengan membaca kita tahu apa yang terjadi di seluruh dunia, tanpa membaca kita akan tertinggal dengan perkembangan zaman. Dengan banyak membaca, membuat masyarakat akan semakin cerdas dan maju, menumbuhkan etos kerja. Artinya, fokus dalam usaha memperbaiki pertumbuhan ekonomi keluarga lebih baik lagi masa mendatang,” sebutnya.

Mawardi Roska mengajak masyarakat untuk selalu menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan yang cukup, guna terhindar dari kemiskinan.

Baginya, setiap warga memiliki usaha dalam menghidupkan ekonomi keluarga yang dapat dicapai melalui proses belajar dan membiasakan membaca buku bacaan. Pasalnya orang yang sejehtera pasti memiliki pengetahuan yang luas, cerdas dan inovatif serta bekerja keras.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, budaya membaca perlu diterapkan agar kualitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di Kabupataen Pesisir Selatan terus meningkat.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni memaparkan tentang pentingnya membaca sejak usia dini, Kamis (8/8/2019) – Foto: M. Noli Hendra

Untuk menumbuhkan budaya gemar membaca ini, Pemkab Pesisir Selatan bukan saja melakukan pembenahan berbagai persoalan pada tata kelola kearsipan dan perpustakaan. Tapi juga membangun jaringan dan mitra kerja dengan pemerintahan nagari dan kelompok masyarakat.

Ia menjelaskan selain taman bacaan yang terdapat di lingkungan kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Pesisir Selatan saat ini di Kota Painan juga telah memiliki beberapa sarana taman bacaan lain yang dikelola oleh kelompok atau komunitas.

“Jadi agar keberadaan taman bacaan ini bisa terus berkembang dan menyentuh semua nagari yang ada,  kita juga mambangun jaringan dan mitra kerja dengan pemerintahan nagari,” katanya.

Menurutnya, perlu ada mitra dengan kelompok atau komunitas taman bacaan itu, karena dengan jaringan atau kemitraan tersebut, secara tidak langsung telah turut membantu pemerintah.

Tentunya pemerintah tidak lepas tangan, tapi dari Pemkab juga telah melakukan dengan berbagai lembaga lainya seperti pengurus masjid, sekolah PAUD, Majelis Taklim dan banyak lagi.

Bahkan untuk menunjang operasional petugas dalam meningkatkan mitra atau jaringan, pihaknya didukung oleh tiga unit mobil pustaka keliling sebagaimana dimiliki.

“Walau dari segi jumlah hanya ada tiga unit, namun bila dikaitkan dengan kebutuhan ideal masih bisa dikatakan memadai. Selain membangun mitra dan jaringan, saat ini kami juga tengah menyusun berbagai program yang memiliki nilai plus dalam meningkatkan budaya gemar membaca di daerah ini,” jelasnya.

Hendrajoni menyebutkan, melihat pada negera-negara maju, keberadaan perpustakaan dengan berbagai bacaan yang berkualitas sudah merupakan urusan wajib.

Karena dengan adanya perpustakaan telah memiliki pengaruh yang besar terhadap peningkatan kecerdasan dan kualitas anak bangsa. Berdasarkan hal itu, maka keberadaan Perpustakaan dan Arsip, perlu mendapat perhatian serius.

Ia berpendapat untuk menambah daya tarik agar kunjungan masyarakat terhadap perpustakaan yang ada selalu meningkat, perlu juga menyediakan sarana berupa hotspot atau jaringan internet gratis yang juga didukung oleh perangkat komputer.

Lihat juga...