hut

Mendikbud Usulkan Gaji Guru Honorer Dibayar Dengan DAU

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa (13/8/2019) - Foto Ant

JAKARTA – Guru honorer yang belum menjadi aparatur sipil negara diusulkan digaji sesuai upah minimum regional melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Gaji tersebut diberikan kepada aparatur sipil negara PNS, maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Bagi guru honorer yang belum lulus tes CPNS maupun PPPK, kita usulkan digaji sesuai UMK yang berasal dari DAU. Guru harus mendapatkan perhatian dari kita,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam diskusi yang digelar di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Persoalan guru honorer disebutnyam harus bisa diselesaikan. Pada seleksi PPPK tahun lalu, dari 90.000 guru honorer yang mengikuti seleksi, yang lulus hanya sekira 34.000 guru. Awalnya Kemendikbud, sudah menyampaikan pada Menteri Keuangan Sri Mulyani, kondisi yang ada.

Namun, para guru yang kurang beruntung itu, belum bisa diangkat karena hasil ujiannya masih di bawah standar. “Kemendikbud sudah usulkan ke Bu Menkeu. Mudah-mudahan legalitasnya bisa dikeluarkan agar bisa menyelesaikan masalah guru honorer K2 yang sangat dilematis ini,” tambahnya.

Muhadjir menyebut, Kemendikbud berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan guru honorer. Sudah disiapkan sejumlah skema untuk mengatasi permasalah yang ada selama ini. Diantaranya, melalui rekrutmen CPNS bagi honorer yang memenuhi syarat, dan pengangkatan menjadi PPPK yang diperuntukkan bagi guru honorer berusia di atas 35 tahun.

Dengan usulan peningkatan gaji guru honorer tersebut, diharpakan guru honorer bisa mendapatkan upah yang layak, jika dibandingkan dengan kondisi saat ini. Sebagaian besar masih bergaji jauh di bawah UMR. Bahkan ada yang gajinya hanya sebesar Rp300.000 hingga Rp500.000 per-bulan.(Ant)

Lihat juga...