hut

Menelaah Buku Ensiklopedia Silek Minangkabau

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil membukukan atau mendokumentasikan tentang silek (silat) Minangkabau. Melalui buku yang berjudul Ensiklopedia Silek Minangkabau dengan jumlah halaman sebanyak 197, secara rinci dijelaskan apa itu silek Minangkabau.

Di dalam buku Ensiklopedia Silek Minangkabau ini, hal yang dijelaskan tentang silek Minangkabau itu diawali dengan menjelaskan tentang awal seseorang yang ingin belajar silek.

Lalu bagaimana berpakaian di dalam silek, dan senjato (senjata) apa saja yang digunakan dalam silek, juga dijelaskan. Serta yang paling khas itu ialah gerak silek Minangkabau dan di dalam buku Ensiklopedia Silek Minangkabau ini dijelaskan juga apa saja gerak garik (gerakan) dalam belajar silek.

Di buku ini, bisa dikatakan menjawab segala pertanyaan seputar silek, karena buku Ensiklopedia Silek Minangkabau ini tidak hanya membahas bagaimana belajar silek saja. Karena juga ada menuliskan ritual atau semacam sebuah upacara sebelum dimulainya belajar silek.

Di Minangkabau, lapangan untuk berlatih silek itu disebut dengana sasaran, dan untuk membuka sasaran baru, juga dibutuhkan sejumlah syarat.

Aksi silek atau silat di acara peresmian Silek Art Festival Minangkabau di Taman Budaya Padang, belum lama ini/Foto: M. Noli Hendra

Selanjutnya tentang aliran silek. Beladiri ini mungkin banyak orang hanya mengenal silek harimau Minangkabau. Sebenarnya banyak sekali aliran silek di Minangkabau, mulai dari membuka sasaran secara terang-terangan, hingga secara sembunyi-sembunyi.

Setidaknya dalam buku ini, secara garis besar ada 10 aliran silek yang dibahas, yaitu aliran Silek Patbanbu, Langkah Tigo, Langkah Empek, Langkah Sembilan, Gajah Tongga, Kapak, Kurambik, Sehati, dan aliran Silek Taralak.

Serta yang paling dihormati dan disegani di dalam silek Minangkabau ini ialah ketokohan seorang guru atau disebut dengan tuo silek. Di dalam buku Ensiklopedia Silek Minangkabau tercatat ada 22 tuo silek dari berbagai aliran yang dirangkum.

Kini dengan begitu terkenalnya silek ini, pengembangan yang dilakukan dengan telah hadirnya silek di sejumlah film layar lebar, lokal, nasional, maupun internasional.

Perjalanan terangkumnya semua hal tentang silek ini, atas dasar digelarnya Silek Art Festival (SAF) 2019 di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Berdasarkan penjelasan dari Pemimpin Redaksi Buku Ensiklopedia Silek Minangkabau, Koko Sudarmoko, menyebutkan, buku yang dihadirkan tersebut masih dalam edisi terbatas, dan akan segera dicetak ulang dengan beberapa penambahan terutama foto dan ilustrasi.

Secara konten, isi buku ensiklopedia itu juga bersifat terbuka yang artinya bisa diperbaharui secara terus menerus hingga menjadi informasi yang lebih utuh dan lengkap.

“Saya melihat baru sebagian kecil silek yang bisa kita sampaikan di buku ini, dan masih banyak entri tentang silek yang belum masuk. Untuk itu masih butuh penambahan dan penyempurnaan lagi seiring diselenggarakannya Silek Art Festival Minangkabau ini,” ujarnya, Selasa (20/8/2019).

Terangkumnya tentang silek Minangkabau melalui buku Ensiklopedia Silek Minangkabau ini, kata Koko, berkat sumbangsih dari sejumlah kontributor yang turut memberikan tulisan yang dibutuhkan dalam buku tersebut.

Setidaknya ada sekitar 27 orang penulis yang terlibat dalam buku Ensiklopedia Silek Minangkabau.

Dalam penyusunan ensiklopedia tersebut juga melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas, hal ini bertujuan  agar hasil dari buku tersebut, benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dengan hadirnya buku Ensiklopedia Silek Minangkabau itu, diharapkan bisa menjadi sumber informasi yang memadai. Bentuk penyajian yang begitu detil, juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca tentang Silek Minangkabau.

“Jadi perjalanan lahirnya buku ini, dari diselenggarakannya Silek Arts Festival mulai dari tahun 2018 lalu. Kegiatan itu merupakan sebuah kegiatan pengembangan yang tergabung dalam format Indonesiana. Format ini sendiri merupakan sebuah inisiatif baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Sedangkan dari keterangan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsin Sumatera Barat, Gemala Ranti, mengatakan, buku yang dihimpun tersebut merupakan sebuah upaya untuk menyebarluaskan informasi tentang silek dan menjadikannya sebagai pengetahuan bersama.

Ada beragam informasi tentang silek dalam buku tersebut. Hadirnya buku tersebut, tentunya diharapkan bisa menjadi salah satu referensi dan sumber pengetahuan tentang silek.

Sementara Ketua LPPM Universitas Andalas, Dr. Ing Uyung Gatot S Dinata, MT, menyebutkan, ensiklopedia merupakan media yang terjaga kualitas informasinya karena telah melewati tahapan-tahapan untuk semaksimal mungkin merangkum informasi yang sesuai dengan bahasannya.

“Adanya buku ini juga menjadi bahan kebutuhan di akademik, tidak hanya di Universitas Andalas, tapi banyak pihak bisa memanfaatkan buku tersebut. Setidaknya dapat menjadi bahan ajaran untuk para peserta didik di Sumatera Barat ini,” ucapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com