hut

Menengok Pengembangan Ikan Cupang di Sumbar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Daerah Sumatera Barat disebut memiliki pengembangan ikan hias yang sangat luar biasa, terutama untuk jenis ikan cupang.

Buktinya keberadaan ikan cupang turut menjadi daya tarik bagi masyarakat di Sumatera Barat untuk dipelihara. Bahkan ada yang menjadikan ikan cupang sebagai hobi untuk dikoleksi, dan menjadikan sebuah perlombaan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, sebagai bukti bahwa ikan cupang begitu banyak diminati, yakni tingginya permintaan ikan cupang asal Sumatera Barat  dikirim untuk domestik, dan hingga ke luar negeri. Sehingga DKP melihat budidaya ikan cupang dapat menjadi usaha bagi masyarakat,

Ia menyebutkan salah satu alasan begitu banyaknya minat masyarakat terhadap ikan cupang, karena jenis ikan hias cupang merupakan jenis ikan yang mudah untuk dipelihara.

Artinya untuk memelihara ikan cupang di dalam sebuah akuarium di rumah, sudah cukup untuk mengembangkan keberadaan ikan cupang. Karena memang, untuk membudidaya ikan cupang, tidak memerlukan lahan atau tempat yang luas.

“Karena ikan cupang adalah ikan hias yang suka hidup di air tenang. Maka, ikan cupang hias ini sangat cocok untuk dipelihara di rumah. Meski ikan cupang memiliki ukuran yang lebih kecil, tapi ikan itu memiliki warna yang indah, sehingga cocok untuk dipelihara di rumah atau dihidupkan di dalam akuarium,” katanya, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, untuk ikan cupang hias ternyata berbeda dengan ikan cupang aduan. Perbedaan kedua ikan ini dapat dilihat dari variasi warna yang lebih cerah. Kemudian, ikan cupang hias juga memiliki ekor dan sirip yang sangat khas.

“Untuk gerakan ikan cupang hias ini cenderung lebih lamban. Sebab, ikan cupang hias suka menunjukkan kecantikannya. Ketika berenang dia akan sangat suka mengibaskan ekor dan sirip yang indah,” jelasnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, saat menyerahkan piala kepada pemenang kategori Best of Show yakni Alfian Noor dari Kalimantan Timur di acara lomba ‘Ikan Hias King Of Asia 2019 Sumatra International’ yang diselenggarakan oleh HTT Padang, belum lama ini – Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengaku bahwa ikan cupang di daerahnya cukup banyak berkembang. Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang peduli atau hobi koleksi ikan cupang ada beberapa menggelar lomba ikan cupang.

Dulu Dinas Kelautan dan Perikanan juga pernah melakukan lomba ikan cupang. Namun untuk waktu yang belum lama ini, di Padang juga ada menyelenggarakan lomba ikan cupang tersebut.

Lombanya itu, kata Nasrul, tentang kecantikan ikan dan ketentuan-ketentuan lainnya. Hal tersebut, katanya, sebagai bukti bahwa ikan cupang mampu jadi nilai ekonomi.

Belum lama ini di Kota Padang telah diselenggarakan lomba ikan cupang dengan tema ‘Ikan Hias King Of Asia 2019 Sumatra International’.

Dikatakannya, kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Tjinta Teman (HTT) Kota Padang pada tanggal 16 hingga 18 Agustus lalu itu bertepatan pada HUT RI, ternyata mendapat respon yang positif, tidak hanya dari Sumatera Barat sendiri, tetapi peserta juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, serta luar dari negara Indonesia.

“Hadirnya perlombaan ikan cupang itu, bukti nyata bahwa Sumatera Barat memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ikan hias tersebut. Jadi dari perlombaan yang diselengarakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam memelihara dan pemasaran ikan hias cupang yang berdampak pada peningkatan ekonomi pelaku usaha perikanan,” tuturnya.

Lihat saja peserta yang hadir di perlombaan tersebut, untuk peserta lebih kurang 673 orang peserta lokal, nasional dan internasional. Dari peserta lokal sebanyak 267 peserta sehingga menjadikan peserta terbanyak dengan rincian dari Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, Solok Selatan, Pariaman, Pesisir Selatan dan beberapa kabupaten dan kota lainnya.

“Sedangkan untuk peserta di luar Sumatera Barat dari Jambi, Lampung, Bengkulu, Jakarta, Palembang, Surabaya, Kalimantan, Medan, Makasar dan Bali. Sementara peserta dari internasional yaitu Singapura, Malaysia, California, Taiwan, Korea, Jepang, Cina taipe, Hongkong, Philipina,” tambahnya lagi.

Yosmeri berharap daya tarik ikan hias cupang terus meningkat di kalangan masyarakat Sumbar dan ini menjadikan potensi peluang usaha meningkatkan taraf perekonomian.

Untuk pemenang dalam lomba tersebut yakni untuk kategotri Halfmoon datang dari Dumai Friends Betta, Dumai. Halfmoon DoubleTail untuk Atlantik Betta, Pekanbaru. Kategori Crowntail, Zevera TKX (BMP), Singapura. Shortfin, Charles Limayana, Padang. Kategori Giant Shortfin, Alfian Noor, Berau, Kalimantan Timur. Female, Mike Cuaresma, California – Amerika Serikat. Junior, LQ Betta, Malaysia. Form and Finnage, Nano. Betta Abiyyu, Solo – Indonesia. Wild Type, Iven Teh, Singapura. Serta kategori Trial Class, Mike Cuaresma, California – Amerika Serikat

“Dan yang jadi Best of Show ialah Alfian Noor, Berau dari Kalimantan Timur, dan yang Grand Champion juga masih Alfian Noor, Berau. Serta untuk Best of Optional diraih oleh Iven Teh, Singapura. Nah untuk King of Asia ialah Mike Cuaresma, California – Amerika Serikat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Ikan Hias Sumatera Barat, Mulyadi, yang juga selaku ketua panitia mengatakan, ikan cupang yang dikonteskan  adalah betta show yaitu kawin yang disilangkan. Sedangkan ikan cupang masih banyak jenisnya dan masih banyak yang ada di alam Sumatera Barat, yakni ada sebanyak 6 jenis ikan cupang yang bisa diperkenalkan di dunia.

“Saat ini saja sudah ada 112 jenis ikan cupang alam yang ada di indonesia yang kebanyakan ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Habitatnya ada di rawa, sungai dan rawa hutan,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!