hut

Meramu Obat tradisional Menjadi Bisnis yang Menguntungkan

Editor: Mahadeva

Haji Karim, warga Cianjur menunjukan minuman teh celup herbal produksinya, Selasa (13/8/2019) - Foto M Amin

BEKASI – Menggunakan resep tradisional racikan leluluhur, Abdul Karim (77), sukses memasarkan teh celup herbal berkhasiat. Sebuah minuman tradisional yang bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Teh herbal tersebut dibuat secara tradisional, dengan memanfaatkan tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan. Kini usaha tersebut menjadi bisnis keluarga yang sukses. “Ramuan obat tradisional ini adalah resep turun temurun. Dulunya kami hanya edarkan di wilayah Cianjur, dititip di toko jamu, toko jamu atau hanya sekedar pesanan,” kata lelaki yang akrab disapa Haji Karim, warga Cianjur, kepada Cendana News Selasa (13/8/2019).

Menekuni produksi obat herbal sejak 2003, diawali dari usaha kecil meracik tumbuhan obat secara tradisional dan diedarkan lokalan di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Kini, obat tradisional produksi Haji Karim, dikenal sebagai Enteh Enteh Celup. Nama tersebut tidak terlepas dari olahan herbal yang diproduksinya disajikan sama dengan teh celup. Tetapi, isi dan khasiatnya berbeda. Teh celup herbal diklaim dapat mengobati beragam penyakit.

Obat herbal milik H. Karim, diantaranya teh celup Pegagan, mengkudu, kunyit, tempuyung, kerkot, serta bahan lain, yang berfungsi menjaga kesehatan. Bahan baku lebih banyak di dapatkan lokal Cianjur. Wilayah tersebut cukup dikenal memiliki beragam tumbuhan obat yang dibutuhkan. Produksi menggunakan peralatan moderen dan di pasarkan keluar daerah dilakukan setelah izin Ukot (Usaha Kec Obat Tradisional) dikantongi pada 2015 lalu.

Saat ini, usaha tersebut dibantu 15 orang karyawan, untuk memproduksi dari meracik sampai packing. “Saya usaha obat tradisional ini, sejak 2003. Itu istilahnya ga resmi, setelah 2015 baru resmi, setelah izin Ukot-nya di bawah CV. Jasarama keluar,” tutur Haji Karim.

Saat ini, ada belasan varian obat herbal teh celup yang diproduksi CV. Jasarama. Kesemuanya, berkhasiat mengobati beragam penyakit. Teh celup pegagan bisa mengobati penyakit lambung, dan sebagai pembersih darah.

Teh mengkudu, untuk mengobati darah tinggi, tempuyung berkhasiat obat bayu ginjal, kerkot untuk jantung. Ada satu dalam bentuk tablet dengan merk Oska, untuk mengobati sakit kepala. “Satu produk yang sudah di packing, dijual dengan harga Rp25 ribu. Bisa dikonsumsi setiap pagi dengan cara di celup. Isi satu dus kecil dari 20 sampai 25 enteh celup,” paparnya.

Sampai saat ini pemasaran di lakukan hanya melalui, pameran ataupun kegiatan bakti sosial. Hal itu sudah membuat produk yang dihasilkan banyak dipesan. Ada pesanan dari Bandung, Jakarta, maupun dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. H. Karim juga, saat ini bergabung dengan Gabungan Pengusaha Jamu (GPJ) Jawa Barat.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!