hut

Metode Mengajar Kreatif Penting Bagi Guru dan Siswa

Editor: Koko Triarko

ENDE –  Metode mengajar yang kreatif, inovatif dan menarik, penting dilakukan oleh para guru, agar bisa membuat para murid lebih mudah mencerna apa yang disampaikan. Juga harus tematik, agar para guru mudah mengarahkan para muridnya.

“Metode mengajar ini sangat dibutuhkan,” kata Hapsari Damayanti, Program Officer Institute for Essential Services Reform (IESR), dalam pelatihan bagi para guru PAUD, SD dan SMP di SDK Boafeo kabupaten Ende, NTT, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, pelatihan ini merupakan  tindak lanjut dari penyediaan listrik yang berasal dari energi surya untuk kebutuhan belajar mengajar di SDK Boafeo.

Pihaknya kemudian turut memberikan pelatihan pedagogi, untuk memberikan metode-metode pengajaran yang lebih kreatif, menarik dan tematik.

Dengan pelatihan ini, diharapkan agar para guru dapat lebih mudah mengarahkan siswa menjadi lebih inovatif dan berani berkarya.’

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga, Philipus Kami. -Foto: Ebed de Rosary

Kegiatan pelatihan ini dilakukan bersama trainer dan konsultan pendidikan yang berpengalaman.

“Pelatihan ini juga bertujuan mempermudah para guru untuk menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kami harap, pelatihan ini dapat bermanfaat saat diterapkan kepada para murid dalam jenjang pendidikan PAUD, SD maupun SMP,” ujarnya.

Dan, tentunya listrik tenaga surya yang disumbangkan dapat menjadi penunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang terjauh dari pusat kota.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga, Philipus Kami, menuturkan bantuan panel surya dengan kapasitas yang ada bisa menjadi daya dorong untuk SDK Boafeo beserta para guru dan komitenya, untuk dapat meningkatkan daya saing dengan SD-SD lain yang ada di kabupaten Ende.

Kegiatan pemasangan panel surya dan pelatihan guru untuk kurikulum K-13 yang dilakukan IESR dan AMAN, diharapkan dapat membuat proses KBM di sekolah menjadi lebih baik, serta mendapatkan mutu pendidikan dan kelulusan yang berkualitas bagi sekolah tersebut.

“Kami harapkan, saudara-saudara kita yang sudah mendapatkan panel surya bisa melanjutkan untuk menjaga dan merawatnya, sehingga bisa digunakan dalam waktu yang lama untuk kepentingan bersama,” katanya.

Philipus berharap, bagi para guru yang telah mengikuti pelatihan K-13 dapat mengejawantahkan pengetahuan yang diperoleh untuk dapat membangun kualitas pribadi dalam melakukan proses belajar maupun mendidik anak didik di masing-masing sekolah.

Tidak hanya membangun kualitas diri, namun lebih dari itu pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru untuk mampu bersaing dengan sekolah lain.

“Terutama bersaing dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dan kelulusan murid yang berkualitas dalam meniti masa depan. Semoga bantuan panel surya dan pelatihan guru K-13 dapat bermanfaat dan berguna,” harapnya.

Koordinator pelaksanaan kegiatan pelatihan guru, Arnold Rangga, mengungkapkan pelatihan guru yang dilakukan ini merupakan salah satu media penguatan kompentensi dan kapasitas seorang guru dalam mengajar dan mendidik anak-anak di sekolah.

Hasil dari pelatihan seperti ini, harus diterapkan oleh para guru di sekolahnya masing-masing. Untuk menjawab kecakapan seorang guru dalam menghadapi abad 21, maka seorang guru juga dituntut untuk mampu dan mahir dalam menguasai Informatika dan Teknologi (IT).

“Dengan menguasai IT, maka dalam menyajikan materi kepada anak didik, guru dapat merancang pembelajaran interaktif dengan menggunakan teknologi IT yang ada,” ungkapnya.

Bagi Arnold, pelathan seperti ini sangat bermanfaat karena banyak hal baru yang diidapatkan. Terutama perubahan dalam Kurikulum 2013 ( K-13) yang sampai hari ini belum dilakukan secara maksimal oleh para guru.

Lihat juga...