hut

Museum Musik Gelar Pelatihan Penulisan Notasi di Malang

Editor: Mahadeva

MALANG – Meminimalisir klaim lagu daerah oleh negara lain, Museum Musik Indonesia (MMI) menggelar workshop penulisan notasi musik atau notasi balok lagu daerah.

Ketua MMI, Hengki Herwanto, di sela-sela pelaksanaan pelatihan penulisan notasi balok di hotel Pelangi, Senin (12/8/2019). Foto -Agus Nurchaliq

Kegiatan tersebut hasil kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ketua MMI, Hengki Herwanto, mengatakan, dari buku-buku musik yang ada di MMI, hanya sebagian lagu daerah yang sudah memiliki notasi.

Itupun sebagian besar hanya notasi angka, belum berupa notasi balok. “Sebagian besar notasi tersebut juga belum didaftarkan untuk memperoleh International Standard Music Number (ISMN). Sehingga bila ada kasus lagu Indonesia diklaim oleh negara lain, dengan ISMN ini kita bisa punya alat bukti yang kuat untuk membuktikan bahwa itu memang lagu Indonesia,” ujarnya di sela-sela pelatihan, Senin (12/8/2019).

Hengki mencontohkan, beberapa tahun yang lalu pernah ada kasus klaim tersebut. Meskipun tidak secara langsung di klaim oleh negara tetangga, tetapi lagu “Rasa Sayange” milik Indonesia dijadikan sebagai background promosi pariwisata negara tetangga.

Sehingga, Indonesia merasa keberatan dan berhasil membuktikan bahwa lagu tersebut adalah lagu dari salah satu daerah di Indonesia. Hal itu dilakukan melalui bukti otentik berupa piringan hitam.  “Jadi pada 1962 lagu tersebut ada piringan hitam-nya dan menjadi bukti otentik bahwa lagu itu bukan lagu negara tetangga tetapi lagu asli Indonesia,” ucapnya.

Sebenarnya, kasus demikian tidak akan terjadi jika saja semua lagu-lagu daerah sudah memiliki notasi balok dan sudah didaftarkan di ISMN. Berangkat dari kondisi tersebut, MMI menginisiasi pelatihan penulisan notasi balok bagi masyarakat umum, yang sebagian besar adalah tenaga-tenaga pendidik guru seni di SMP maupun SMA, serta para musisi muda.

Hengki menyebut, yang didaftarkan di ISMN, selain notasi lagu, juga syair lagu, nama pencipta, dan ada nama yang menuliskan notasi. Jadi para peserta yang menuliskan notasi balok, namanya juga akan tercatat dalam dokumen ISMN tersebut. “Penulisan notasi balok sangat penting karena merupakan bahasa musik yang dipergunakan di internasional. Dengan notasi musik, di belahan dunia manapun lagu itu bisa di dimainkan,” sebutnya.

Lihat juga...