hut

Nasi Bogana, Sajian Khas Seren Taun di Kuningan Jawa Barat

Editor: Mahadeva

KUNINGAN – Tradisi seren taun 1952 Saka Sunda, diwarnai pembagian nasi bogana. Nasi yang dibuat oleh masyarakat Kuningan, Jawa Barat tersebut, dibagikan kepada semua warga.

Asih, salah satu warga Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur menyebut, nasi bogana identik dengan Keraton. Namun kini, mulai bisa dinikmati oleh masyarakat luas, terutama ketika ada gelaran upacara adat.

Sesuai dengan namanya, nasi bogana berasal dari bahasa Sunda yang berarti Sabogabogana yang bermakna seada-adanya. Maknanya adalah, seadanya bumbu dapur yang tersedia di dapur. Pada acara seren taun, Asih menyediakan menu kuliner nasi bogana secara gratis. Bumbu yang disediakan untuk pembuatan nasi bogana diantaranya bawang merah, bawang putih, kunyit, kayu manis, lada dan rempah-rempah.

Nasi bogana yang dibagikan kepada masyarakat pada acara seren taun di Cigugur Kuningan,Jawa Barat, Sabtu (24/8/2019) – Foto Henk Widi

Semua bumbu digiling dan ditumis menjadi satu. Nasi bogana mirip dengan nasi kuning, namun kerap tidak dibuat menjadi tumpeng. Sebagai ciri khas, nasi bogana dicampur dengan parutan kelapa dan kunyit. Racikan bumbu yang disiapkan, untuk menambah rasa nasi bogana semakin lezat. Selanjutnya, nasi bogana disajikan bersama telur, ayam serta berbagai jenis sayur.

“Karena hasil pertanian masyarakat yang ada pada seren taun, kami mempergunakan sayur kacang panjang, buncis, ditambah lauk tempe bacem, ayam goreng, serta lauk lain sesuai kemampuan,” ungkap Asih kepada Cendana News, Sabtu (24/8/2019).

Meski awalnya nasi bogana hanya menjadi hidangan keraton, namun kini mulai bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Masyarakat dari setiap kampung, membuat nasi tersebut pada acara Seren Taun. Sebagian membuat nasi sejak pagi, untuk dibawa ke area paseban Tri Panca Tunggal.

Nasi dibawa dengan wadah berlapiskan daun pisang, dihiasi janur kuning. Selain nasi, lauk kerupuk warna warni juga dihadirkan untuk melengkapi nasi bogana. Menyantap nasi bogana menjadi rangkaian acara penumbukan padi. “Setelah prosesi penumbukan padi, masyarakat bisa menikmati nasi bogana yang disediakan oleh ratusan warga karena akan dihidangkan bagi ribuan masyarakat,” ungkap Asih.

Makna yang terkandung pada acara penumbukan padi adalah, masyarakat mau bekerja. Setelah bekerja, mendapatkan beras maka beras bisa diolah menjadi makanan. Penumbukan padi pada acara seren taun, dimulai dengan ketukan alu pada lesung oleh pupuhu adat sebanyak tujuh kali. Selanjutnya masyarakat melakukan penumbukan padi secara bergiliran. Pada seren taun 1952, disediakan sebanyak 2,2 ton gabah. Sebanyak dua ton gabah ditumbuk dan dua kuintal dijadikan bibit.

Angelina, salah satu warga menyebut, kuliner nasi bogana sangat digemari masyarakat Sunda. Saat acara seren taun, filosofi menikmati nasi bogana terlihat dari rangkaian kegiatan yang dilakukan. Setelah acara ngajayak atau membawa padi dan berbagai jenis buah ke lokasi upacara, selanjutnya digelar acara menumbuk padi. Menikmati nasi bogana secara gratis diakui Angelina, memiliki makna berbagi. Sebab masyarakat yang mendapatkan hasil pertanian dipersembahkan dan dibagikan kepada masyarakat.

Selain bisa menikmati nasi bogana dalam kebersamaan, masyarakat bisa ikut melakukan penumbukan padi. “Kebersamaan dalam memperoleh hasil panen, menikmati kuliner sebagai bagian dari mengungkapkan rasa syukur kepada sang pencipta,” ungkap Angelina.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!