hut

NTT Berangkatkan Tim ke Batam Ikuti HKAN 2019

Editor: Koko Triarko

KUPANG – Wakil Gubernur NTT menyambut baik dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), yang akan berpartisipasi dalam acara Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2019 di TWA Muka Kuning, Batam, pada 5 – 8 Agustus 2019.

“Saat bertatap muka dengan gubernur, rombongan diminta untuk menjaga kelestarian alam dan terus melakukan konservasi,” sebut Kepala Bagian Humas BBKSDA NTT, Agustinus Djami Koreh, Minggu (4/8/2019).

Menurut Agus, tim yang berangkat menghadiri acara HKAN 2019 di Batam terdiri dari BBKSDA NTT serta Dinas LHK provinsi NTT. Juga dilibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat adat, kepala desa dan duta konservasi.

“Dalam melakukan konservasi kita melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh adat. Kami juga menggandeng komunitas-komunitas yang peduli untuk bersama melakukan konservasi, seperti penanaman pohon serta membersihkan sampah,” terangnya.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, dalam pertemuan dengan tim HKAN mengatakan, alam tidak boleh dideviasikan oleh manusia. Dengan kondisi alam yang banyak mengalami kerusakan, maka tugas manusia sekarang adalah mengembalikan marwah alam yang telah diciptakan Tuhan melalui konservasi.

“Dengan konservasi inilah kita dapat mengembalikan marwah alam, agar lestari dan bermanfaat bagi manusia. Kita harus terus melakukan konservasi terhadap alam dan lingkungan,” tuturnya.

Dalam akhir audiensi tersebut, pesan Josef, manusia harus melestarikan alam. Dirinya mengajak agar semua pihak senantiasa menjaga alam yang telah diciptakan Tuhan.

“Kami terus mendorong, agar dilakukan konservasi termasuk pariwisata yang akan dikembangkan merupakan ekowisata. Konsep pariwisata yang selaras alam dan menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan,” tuturnya.

Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara, menyampaikan terimakasih atas dukungan pemerintah provinsi NTT kepada kontingen HKAN. Kontingen akan mempublikasikan dan mempromosikan pengelolaan konservasi milenial berbasis 3 pilar di provinsi NTT.

“Representasi tiga pilar tersebut, maka utusan HKAN 2019 ini menyertakan tokoh adat dari Colol, kabupaten Manggarai Timur dan Enoraen kabupaten Kupang. Juga tokoh agama dari Paroki Waning, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, pemerintah desa Enoraen serta duta NTT,” jelasnya.

Lihat juga...