hut

Pantai Tanjung Tuha Pasir Putih Ramai Dikunjungi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Libur hari raya Iduladha 1440 H/2019 dimanfaatkan masyarakat di Lampung Selatan untuk berwisata. Salah satunya ke  objek wisata bahari pantai Tanjung Tuha Pasir Putih.

Eko Prapto, pengelola objek wisata pantai tersebut, mengatakan, kunjungan wisatawan didominasi oleh warga di sekitar kecamatan Bakauheni dan sebagian dari luar wilayah Lampung Selatan.

Lokasi yang berjarak sekitar lima kilometer dari pelabuhan Bakauheni menjadi alternatif saat liburan. Pantai tersebut berada di Dusun Sukarame, Penobakan, Bakauheni, didominasi vegetasi tanaman mangrove. Selain berada di lokasi teluk, fasilitas saung, pantai yang landai disukai oleh masyarakat yang membawa anak-anak.

Kunjungan kala libur Iduladha, menurut Eko Prapto, mulai ramai setelah tengah hari. Sebab, sejak pagi hingga siang sebagian masyarakat disibukkan dengan kegiatan kurban. Sebagian pengunjung yang datang, pun sengaja membawa sebagian daging kurban untuk dibakar. Sebagian sudah membawa menu kuliner olahan daging kurban.

“Sejak siang hingga menjelang petang, pantai mulai ramai dikunjungi wisatawan, sebab hari libur Iduladha menjadi momen berkumpul bersama keluarga, salah satunya dengan berwisata,” ungkap Eko Prapto, Minggu (11/8/2019).

Eko Prapto, pengelola sekaligus ketua kelompok sadar wisata pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, mengawasi pengunjung yang berenang saat libur Iduladha, Minggu (11/8/2019). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, salah satu keunikan pantai Tanjung Tuha yang menarik pengunjung, karena bentang alamnya. Memiliki dataran rendah dengan pantai berpasir putih, pantai tersebut juga memiliki sebuah sungai dan bukit.

Bukit yang didominasi batuan hitam kerap menjadi spot unik untuk foto. Selain itu, bagi pecinta wisata minat khusus memancing, kegiatan rock fishing atau memancing di atas tebing bisa dilakukan.

Bagi pecinta wisata minat khusus tersebut, berbagai jenis ikan bisa diperoleh. Di antaranya Simba, Kerapu dan berbagai jenis ikan laut lainnya.

Selain memiliki sajian alam yang menarik, pantai Tanjung Tuha Pasir Putih diakuinya terhalang pulau Sindu dan Pulau Kandang Balak serta Tanjung Tuha.

Bentang alam alami tersebut membuat pantai tidak langsung terkena gelombang tinggi dan angin kencang asal Selat Sunda. Bagi pengunjung yang membawa serta anak-anak, kegiatan mandi, berenang tetap bisa dilakukan.

Pendampingan dari orang tua untuk kegiatan berenang, bahkan telah disediakan dengan fasilitas pelampung ban. Dengan biaya sewa Rp10.000 dan tarif masuk Rp5.000, pengunjung sudah bisa menikmati suasan libur keluarga yang menyenangkan.

“Cuaca saat libur Iduladha sedang bagus, sehingga banyak dimanfaatkan untuk mandi dan berenang, sejuk dan angin tidak kencang,” ungkap Eko Prapto.

Puluhan saung bambu, dermaga bambu spot foto juga dipadukan dengan sejumlah tanaman setigi dan mangrove. Eko Prapto menyebut, pengelolaan pantai yang makin dipercantik menjadikan wisata bahari itu menjadi rujukan saat hari libur.

Pada hari libur, jumlah wisatawan bisa mencapai ratusan orang. Musim kemarau dengan akses jalan yang mudah makin mendorong wisatawan berkunjung ke objek wisata pantai tersebut.

Saat libur Iduladha, fenomena surut terjauh air laut memudahkan pengunjung. Sebagian pengunjung bisa mencari rumput laut jenis lumai dan kerang. Selain berlibur dengan kegiatan bancakan membakar ikan, daging sapi yang dibawa, sebagian memasak kerang dengan lalapan lumai.

Surutnya air laut sekaligus memudahkan anak-anak bermain di sekitar bebatuan yang ada di pantai Tanjung Tuha Pasir Putih.

Rendy, salah satu pengunjung, mengaku memilih waktu siang hingga sore. Setelah kegiatan di masjid selesai, ia mengajak istri dan anak-anak berlibur di pantai tersebut. Menjelang sore, suasana bertambah nyaman, sebab matahari terhalang perbukitan. Bagi anak-anak, ombak yang tenang membuat ia bisa mengawasi saat kegiatan renang.

“Ombak sedang tenang dan air laut surut, sehingga sangat cocok bagi anak-anak bermain di pantai Tanjung Tuha Pasir Putih,” papar Rendy.

Liburan ke pantai saat Iduladha dengan membawa keluarga sekaligus untuk menjalin kebersamaan. Sebab, waktu rekreasi dengan membawa kendaraan L300 bak terbuka membuat ia bisa mengajak serta tetangga. Dengan membawa bekal makanan yang sudah dimasak dari rumah, sebagian daging untuk dibakar menambah keakraban suasana liburan. Fasilitas saung bambu yang ada sekaligus nyaman untuk menikmati libur Iduladha.

Lihat juga...