hut

Pemandian Sodong, Mandi di Mata Air Pedesaan

Editor: Mahadeva

BOGOR – Wisata alam di Bogor memang seperti tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Cukup banyak objek wisata menarik untuk dipilih wisatawan untuk dikunjungi bersama keluarga di akhir pekan atau hari libur.

Seperti pemandian Mata Air Sodong. Di tempat tersebut, pengunjung bisa merasakan sensasi air pedesaan yang segar. Letaknya di kaki gunung di sebelah timur wilayah Bogor tepatnya di Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadikan pemandingan tersebut layak untuk dikunjungi.

Pemandian Mata Air Sodong, merupakan tempat pemandian warga desa setempat, yang sudah ada secara turun-temurun. Tapi beberapa tahun lalu, oleh pemuda desa dibendung dan dikelola untuk dijadikan objek wisata alam dengan menawarkan sensasi mandi langsung dari mata air.

Kolo, Wakil ketua Karang Taruna Desa Ligarjati pengelola Pemandian Mata Air Sodong – Foto M Amin

“Mata air sodong, memanfaatkan alam dari sumber air pegunungan. Menurut penelitian LIPI sumber mata air tersebut hanya resapan kalo gunungnya habis tidak ada penghijauan. Maka diyakini air akan habis,” ujar Kolo, panggilan Wakil Ketua Karangtaruna Desa Ligarmukti kepada Cendana News, Minggu (18/8/2019).

Pemandian mata air sodong, di hari libur seperti akhir pekan atau libur nasional cukup ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai wilayah. Tidak hanya warga Kabupaten Bogor, Ada juga pengunjung yang datang dari Cikarang Kabupaten Bekasi atau Kota Bekasi.

Mereka datang untuk menikmati suasana desa, sekaligus mandi di mata air tersebut. Namun sayang, sampai sekarang meskipun beberapa kali oleh pemuda setempat diajukan dalam Musrenbang, usulan pengembangan wisata alam tersebut selalu mental.

“Pemandian Mata Air Sodong, Desa Ligarmukti, hasil kreatifitas pemuda saja yang melakukan bendungan secara swadaya. Kemudian oleh desa dibuatkan Peraturan Desa (Perdes) terkait biaya masuk untuk dijadikan uang kas BUMdes,” ujar Kolo.

Menurutnya, belum ada perhatian dari Pemkab Bogor, kemungkinan karena lokasi Pemandian Mata Air Sodong yang berada tepat ditepi jalan desa. “Sebenarnya di Kampung Sodong ini, banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadi wisata alam. Seperti goa, tapi kami belum berani mempublis soal goa, karena masih tahap penelitian,” tandasnya.

Peneliti dari LIPI sudah mengunjungi beberapa goa yang ada di Kampung Sodong. Jumlahnya ada 30-an goa, namun warga Kampung Sodong percaya ada dua goa. “Goa itu oleh warga setempat dikenal sebagai goa tawanan era penajajahan. Letaknya berada di lereng gunung yang ada disekitar Desa Ligarmukti. Karena di dalamnya banyak seperti tempat ruang  khusus bekas penahanan begitu. Tapi kami belum buka karena masih melihat dulu dari sisi keamanannya,” papar Kolo.

Saat memasuki Desa Ligarmukti, ada gardu khusus untuk menarik karcis retribusi bagi pengunjung yang akan memasuki desa menuju lokasi Pemandian Mata Air Sodong.

Perdes menetapkan biaya masuk Motor Rp10 ribu, mobil Rp20 ribu. Biaya tersebut tidak menghitung jumlah orang, setelah sampai di lokasi mereka bebas mandi secara gratis, kecuali ada kolam khusus yang dibangun maka dikenakan biaya Rp10 ribu. “Dana yang terkumpul akan di setor ke BUMdes Ligarjati sebesar 25 persen dari tiket masuk. Sisanya dikelola Karang Taruna Ligajati untuk kegiatan sosial atau memperbaiki tempat pemandian,” tukasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!