hut

Pemasaran Abon Lele di Purbalingga Terkendala Pengemasan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Para ibu yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar) Mugi Rahayu di Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga sudah lama memproduksi abon lele serta olahan lele lainnya, seperti keripik.

Namun, sampai saat ini pemasaran produk tersebut masih terkendala oleh packaging  atau pengemasan yang seadanya.

Ketua Poklasar Mugi Rahayu, Kruspiyati mengatakan, dalam satu minggu produksi abon lele hanya pada kisaran 30 kilogram. Karena pemasaran produk tersebut baru sebatas di Purbalingga saja dan pemesanannya juga belum banyak.

“Kita memang masih menggunakan kemasan plastik biasa, sehingga dari tampilan kurang menarik. Karena jika harus menggunakan bungkus kemasan berbahan aluminium foil, harganya lebih mahal dan harus membeli dari luar kota,” tuturnya, Sabtu (31/8/2019).

Sejak memproduksi tahun 2015 lalu, sampai saat ini sistem pemasaran masih door to door dan mengandalkan warga sekitar sebagai konsumen. Padahal, lanjut Kruspiyati, hasil olahan lele tersebut rasanya tidak kalah dengan olahan yang sudah menggunakan kemasan modern.

“Kita pernah mencoba memasarkan melalui media sosial, tetapi mungkin karena tampilannya masih kurang menarik, pemasaran melalui online belum membuahkan hasil yang signifikan,” keluhnya.

Para ibu di Desa Pelumutan ini mulai memproduksi olahan berbahan baku lele, setelah mendapat pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar ikan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga.

Bahkan pada tahun 2018, Poklasar Mugi Rahayu mendapatkan bantuan dari gubernur Jawa Tengah berupa, kompor, wajan, spiner dan lainnya, peralatan pembuatan abon.

“Kita kemudian membuat abon lele, pasokan lele berasal dari peternak lokal sini. Untuk 5 kilogram lele, setelah diolah akan menghasilan 1,2 kilogram abon,” kata Kruspriyati.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi yang berkesempatan mengunjungi Poklasar Mugi Rahayu mengatakan, kualitas abon lele dan keripik lele sudah bagus dan rasanya juga enak.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (kiri) mencicipi abon lele yang diberikan oleh Ketua Poklasar Mugi Rahayu, Kruspiyati (kanan), Sabtu (31/8/2019) – Foto: Hermiana E. Effendi

Namun dari sisi pengemasan, menurutnya, masih perlu banyak dibenahi. Bupati kemudian meminta Dinas Koperasi dan UMKM Purbalingga untuk melakukan pendampingan, terutama terkait packaging produk.

“Setelah nanti packaging diperbaharui, untuk pemasaran tidak perlu khawatir lagi, sebab kita sudah memiliki market place khusus untuk produk UMKM yang diberi nama program Tuka-Tuku Purbalingga. Skala pemasarannya sudah nasional, karena kita menggandeng toko online jejaring nasional,” terang Tiwi.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com