hut

Pembasahan Lahan Gambut di Kubu Raya Memanfaatkan Konverter ABG

Ilustrasi sekat kanal di lahan gambut - Foto Dok. CDN

PONTIANAK – Pemkanb Kubu Raya, Kalimantan Barat memanfaatkan konverter Amin Ben Gas (ABG), dalam kegiatan pembasahan lahan gambut, untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Konverter ABG, memungkinkan penggunaan gas pada mesin berbahan bakar minyak, yang digunakan untuk membasahi lahan gambut. “Mengingat bentangan lahan gabut yang sangat luas, ini tentu sangat rentan sekali untuk terbakar. Untuk itu, ke depan kita akan melakukan upaya antisipasi dengan memanfaatkan converter kit ABG, yang merupakan karya putra asli daerah, untuk meminimalisir terbakarnya lahan gambut tersebut,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, usai koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat pada Senin (12/8/2019).

Muda menjelaskan, Kabupaten Kubu Raya memiliki lahan gambut seluas 342.984 hektare. Lahan tersebut terdiri atas lahan gambut dangkal seluas 171.376 hektare, lahan gambut sedang seluas 38.954 hektare, lahan gambut dalam seluas 49.621 hektare, dan gambut sangat dalam seluas 83.013 hektare.

Pada musim kemarau, lahan gambut sangat rentan terbakar. Karenanya, pemerintah kabupaten melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran. Pemerintah kabupaten mengalokasikan dana di APBD Perubahan 2019, untuk membangun sumur bor di kawasan lahan gambut.

Air dari sumur bos tersebut untuk mendukung kegiatan pembasahan lahan gambut. “Kita akan menggunakan mesin air untuk proses pembasahannya. Nah, kalau kita pakai listrik atau BBM tentu akan menghabiskan banyak biaya, makanya kita akan memanfaatkan converter kit ABG,” jelasnya.

Mengutip hasil uji coba yang telah dilakukan, konverter tersebut mampu menghidupkan mesin air selama lebih dari 10 jam, dengan bahan bakar gas tabung tiga kilogram. “Jadi, ketika musim panas, mesin air akan terus kita hidupkan untuk membasahi lahan gambut, sehingga dengan kondisi lembab, Dia tidak akan mudah terbakar. Ini merupakan salah satu upaya yang akan kita lakukan ke depan agar kebakaran lahan gambut dapat kita minimalisir,” kata Muda.

Converter kit ABG buatan nelayan asal Kubu Raya, yang bernama Amin, memungkinkan penggunaan gas untuk menghidupkan mesin berbahan bakar minyak. Peranti itu kini sudah digunakan oleh banyak nelayan dan petani untuk mengoperasikan mesin pengolah ikan, mesin produksi pakan ikan, mesin penggiling daging, dan mesin perontok padi.

“Konstruksi dan prinsip kerja ABG Converter Kit sudah mengalami penyederhanaan dan pengembangan berkelanjutan sehingga saat ini dapat dikatakan bahwa ABG Converter Kit sudah dapat bekerja dengan sangat sempurna,” pungkas Muda. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!