hut

Pembentukan Posdaya Baru di Padang Diundur

Editor: Mahadeva

PADANG – Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, Sumatera Barat, akhirnya memundurkan rencana pembentukan Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) baru.

Posdaya baru tersebut direncanakan dibuka di Kelurahan Sawahan Timur, Padang. Manager Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengatakan, hal itu dikarenakan modal untuk memberikan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja masih belum mencukupi untuk diberikan.

Meski di undur dari rencana sebelumnya yakni di Agustus ini, namun keinginan KSU Derami untuk menambah Posdaya baru tetap dilanjutkan. “Kini kita lagi berupaya mencari cara untuk menambah modal khusus agar bisa dipinjamkan ke Posdaya yang baru. Hal ini memang di luar dugaan. Dulu dari rencana awal, kita lihat sanggup untuk menambah Posdaya baru, ternyata ada tunggakan tunggakan kredit, akibatnya modal jadi minim,” katanya, Rabu (7/8/2019).

Manager Tabur Puja Padang Margono Okta saat ditemui Cendana News – Foto: M. Noli Hendra

Meno menyatakan, diundurnya pembentukan Posdaya hanya karena persoalan modal yang belum siap. Padahal untuk pengurus, izin dari kelurahan, dan RT/RW setempat telah ada, serta untuk masyarakat telah banyak yang berminat.

Kini, tinggal dana atau modal yang dibutuhkan untuk bisa melayani pengajuan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja. Biasanya, untuk masing-masing Posdaya diberi modal mulai dari Rp15 juta hingga Rp20 juta untuk satu pekannya.

Anggaran tersebut, untuk memberikan pencairan dari pengajuan pinjaman yang masuk ke meja Asisten Kredit (AK). “Nah modal ini yang ternyata belum bisa kita berikan sekarang, makanya perlu di undur, mungkin saja di September mendatang. Ingin mengalihkan pinjaman untuk Posdaya lain ke Posdaya yang baru ini, tapi khawatir bakal terjadi pengurangan pencairan di Posdaya lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, dalam upaya pendirian Posdaya baru yang perlu diperhatikan adalah, potensi usaha rakyat yang bisa dikembangkan. Di Sawahan Timur, usaha milik masyarakat yang bisa dikembangkan adalah jualan gorengan, cafe, pedagang sarapan pagi, dan usaha kecil lainnya.

Dengan potensi usaha yang demikian, diperkirakan persoalan kredit macet bisa diminamalisir. “Ke depan selain ada Posdaya yang baru ini, akan ada satu Posdaya lagi yang bakal kita bentuk. Terkait lokasi dimana, dan sejauh apa sosialisasi dilakukan, tengah dipesiapkan,” ujarnya.

Meno menyebut, penambahan Posdaya merupakan upaya untuk bisa menambah pendapatan koperasi. Dalam perancanaan, ada dua Posdaya yang akan dibentuk, dan ditargetkan berada di kawasan potensi perekononomian rakyat.

Perencanaan pembentukan Posdaya baru sudah lama diimpikan oleh KSU Derami Padang. “Jadi kita di KSU Derami tidak sembarang buka Posdaya baru, kital lihat potensi ekonomi rakyatnya apa, karakter masyarakatnya bagaimana. Artinya, kehadiran Tabur Puja untuk membantu kebutuhan usaha yang masih kecil itu, yang selama ini sulit mengakses pinjaman ke pihak perbankan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap solusi untuk menambah modal untuk Posdaya baru itu segera didapatkan. Sehingga, upaya KSU Derami menambah pemasukan bisa terwujud di tahun ini. Targetnya, tidak ada lagi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang minus. Serta dapat mempersiapkan kondisi koperasi ke arah yang lebih baik di 2020 mendatang.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!