Pemuda dari 9 Negara Belajar Batik di Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Belasan pemuda dari sembilan negara di Asia, Eropa dan Afrika, belajar membatik di Komunitas Batik Bekasi (Kombas) yang bermarkas di Proklim, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kedatangan sembilan pemuda tersebut, dalam rangka mengikuti program Aisec in Presiden University E-Millenials. Mereka belajar mengenal teknik membatik, pola dan sejarah batik di markas Kombas yang diketuai oleh Barito.

“Mereka dibawa HIPMI Kota Bekasi, ke Kombas, Jumat (9/8), dari pagi sampai sore belajar membatik di Kombas. Pemuda tersebut berasal dari Tiongkok, Taiwan, Hongkon, Kamboja, Mesir, Estonia dan Ingris, mereka magang di HIPMI Kota Bekasi,”kata Barito, Ketua Kombas Kota Bekasi, Sabtu (10/8/2019).

Dikatakan, di markas Kombas, pemuda warga negara asing tersebut diberikan pelatihan teknik cara membatik, pola dan lainnya tentang budaya batik sampai sejarah batik Bekasi.

Barito, Ketua Kombas Kota Bekasi –Foto:M Amin

Barito menjelaskan, di markas Kombas turut menjelaskan aktivitas yang biasa dikerjakan, seperti membatik saputangan dan lainnya kepada para pemuda warga negara asing tersebut.

“Kami ajarkan mereka membatik, karena mereka ingin mengetahui bagaimana cara membatik. Apalagi, pengakuan mereka Batik Bekasi menjadi perhatian lantaran unik dan elegan,” jelas dia.

Kedatangan mereka ke Kombas bertujuan untuk mengikuti program Aisec in Presiden University E-millenials. Ilmu yang mereka dapat di kota miniaturnya Indonesia ini, akan mereka perkenalkan di negaranya nanti.

“Tujuan mereka datang ingin mengetahui budaya, khususnya Batik Kota Bekasi, baik cara, motif, sejarahnya, juga mereka belajar sedikit tentang cara membatik. Sekarang mereka sudah bertolak ke Presiden Universty Cikarang,” ujar Barito.

Kombas berdiri pada 2009 setelah UNESCO menyatakan, bahwa batik merupakan warisan budaya yang dimiliki Indonesia pada 2 Oktober 2009. Barito pun melakukan observasi untuk menggali informasi tentang batik di Bekasi.

Saat ini, Kombas Bekasi setidaknya sudah memiliki 11 pakem batik Bekasi. Yakni, bambu, teratai, rumah adat, bendo, penari adat, kecapi, ikan gabus, rawa, tugu yang ada di jalan Agus Salim, tugu resolusi dan burung mandar.

Selama ini, Kombas secara rutin memperkenalkan budaya batik Bekasi kepada khalayak melalui pagelaran fashion show dan lomba membatik. Meski tak berjalan mulus, tetapi saat ini jika mendengar batik Bekasi, orang akan menyebut Kombas.

“Batik Bekasi sekarang sudah cukup digemari oleh warga Kota Bekasi, bahkan pemerintah sudah menetapkan seragam ASN hari tertentu adalah menggunakan batik Bekasi,” tandasnya.

Batik Bekasi karya Kombas juga diketahui masuk dalam produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan memiliki 30 mitra UMKM di Kota Bekasi.

Lihat juga...