hut

Pengembangan Infrastruktur Kesehatan Diarahkan ke Konsep “One Health”

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Konsep one health, yang merupakan upaya kolaboratif transdisipliner harus segera diwujudkan. Upayanya dengan mengkolaborasikan kajian lintas sektoral antara kesehatan manusia, hewan dan ekosistem, termasuk di dalamnya satwa liar (wild life).

Pakar Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH UGM, Dr. Widagdo Sri Nugroho, menyebut, perkembangan epidemi Flu Burung, Ebola dan Zika, menunjukkan dengan jelas adanya kaitan yang erat konsep kesehatan yang tidak bisa dipisahkan antara manusia, hewan dan lingkungan.

“Pemahaman secara komprehensif tentang perubahan terbaru atas dinamika infeksi dan persebarannya sangat diperlukan untuk analisa risiko infeksi selanjutnya,” tandas Nugroho, dalam Seminar Membangun dan Mengimplementasikan Konsep One Health di Lingkungan Kampus dan Masyarakat.

Salah satu aspek terpenting, untuk mengontrol agen penyakit manusia, hewan dan lingkungan adalah, pengembangan manajemen risiko berbasis pendekatan sains. Dan kegiatannya harus berjalan memadai dengan dukungan politik dan regulasi yang jelas.

Sistem surveilance yang cukup harus meliputi jejaring laboratorium yang kuat, dengan fasilitas infrastruktur dan sumberdaya yang mendukung. Sistem tersebut, dinilai akan mampu memperkuat konsep penanganan penyakit secara holistik baik nasional, regional dan global.

Dekan FKH UGM, Prof. Dr. drh. Isrina Oktavia Salasia, mengatakan, infrastruktur untuk konsep one health sangat diperlukan. Selain sebagai upaya meningkatan kualitas infrastruktur riset, juga sebagai tindak lanjut peoses akreditasi internasional ASIIN di 2019.   “Saat ini lahan sudah ada, rencana pembangunan infrastruktur ini juga telah disetujui di tingkat Universitas,” kata Dekan

Keberadaan Rumah Sakit Hewan Pendidikan dan Laboratorium Diagnostik Veteriner bertaraf internasional di UGM, nantinya akan diimplementasikan dengan konsep One Health. Yakni dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.

Lihat juga...