hut

Penjualan Lesu, Perajin Gerabah Diminta Kencangkan Promosi “Online”

Editor: Mahadeva

MATARAM – Masyarakat pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat, utamanya perajin gerabah diminta memaksimalkan promosi dan penjualan produk secara online.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu. Saswadi / Foto Turmuzi

“Kalau ingin penjualan hasil kerajinan meningkat, harus maksimalkan penjualan secara online, tidak cukup hanya mengandalkan offline,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu. Saswadi, Selasa (6/8/2019).

Kalau perajin grabah hanya mengandalkan penjualan secara offline, maka akan sulit berkembang dan maju. Yang ada, bisnis yang dijalankan tidak hanya lesu tetapi bisa gulung tikar. Penjualan secara online bisa dilakukan sendiri, melalui berbagai platform media sosial maupun melalui e-commerce yang ada.

Pemprov NTB, melalui Dinas Perdagangan memiliki i-shop yang disediakan bagi UMKM, untuk mempromosikan dan menjual produk yang dihasilkan. “Paling penting juga, bagai kualitas produk dihasilkan bisa terus ditingkatkan, agar bisa menarik masyarakat untuk membeli, apalagi melalui media sosial,” tandasnya.

Penjualan melalui media sosial memungkinkan pelaku UMKM dan pelanggan melakukan transaksi jarak jauh, tanpa memakan waktu dan biaya. Kalau sudah disepakati, produk tinggal dikirim melalui jasa pengiriman barang.

Sebelumnya, masyarakat perajin gerabah Desa Banyu Mulek, mengeluhkan penjualan hasil kerajinan yang mengalami kelesuan. Padahal pangsa pasar domestik dan mancanegara sejatinya terbuka lebar.

Selain terkendala pasar, kunjungan wisatawan juga cenderung sepi, pasca-gempa Lombok. Karena itu, Pemda diminta bisa melakukan terobosan, untuk membantu membangkitkan kembali kunjungan wisatawan.

Lihat juga...