hut

Pepes Ikan Tengkurungan Khas Pesisir Bakauheni

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Tengkurungan menjadi salah satu jenis ikan yang sering didapatkan oleh nelayan di pesisir Bakauheni, Lampung Selatan. Ikan yang memiliki ciri khas bersirip dengan kulit keras tersebut merupakan ikan yang hidup secara bergerombol. Masyarakat setempat pun sering mengolahnya sebagai pepes ikan.  

Mian, pemilik homestay di objek wisata pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menyebut, dengan tekstur kulit keras ikan tengkurungan, membuat masyarakat dominan mengolahnya dengan cara dipepes, menggunakan daun pisang, baik dibakar maupun dikukus.

Menurut Mian, poses tradisional tersebut menjadikan kuliner ikan menyehatkan, ditambah beragam bumbu rempah yang menggugah selera. Bahan yang diperlukan pun juga mudah diperoleh.

“Saat musim angin Timur, ikan tengkurungan banyak berlindung di teluk sehingga nelayan mudah memperolehnya. Jadi, saya bisa membeli dalam kondisi segar untuk dipepes,” terang Mian, saat ditemui Cendana News, Sabtu (3/8/2019).

Mian, salah satu pemilik homestay di pantai Minang Rua, menyiapkan menu pepes ikan tengkurungan berbungkus daun pisang, Sabtu (3/8/2019) -Foto: Henk Widi

Saat mendapatkan ikan tengkurungan, Mian dibantu sang istri langsung menyiapkan bahan untuk pembuatan pepes. Melimpahnya ikan tengkurungan membuat Mian kerap menyajikan menu pepes bagi pengunjung objek wisata.

Kondisi ikan yang segar diminati oleh pengunjung yang ingin menikmati sajian boga bahari, sebagai bagian paket perjalanan wisata di pantai tersebut.

Rumiem, salah satu warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menyebut, pepes ikan tengkurungan mudah dibuat. Bahan yang diperlukan, di antaranya ikan tengkurungan segar yang bisa diperoleh langsung dari nelayan tangkap.

Ada pun bumbu pepes terdiri dari cabai rawit, cabai merah, jahe, lengkuas, kunyit, tomat, kemiri, kemangi dan penyedap rasa. Bumbu yang komplit membuat pepes akan terasa lezat saat disantap.

Menurut Rumiem, sejumlah varian untuk bumbu pepes juga bisa sesuai selera pembuat. Sejumlah bahan bumbu yang bisa ditambahkan di antaranya belimbing wuluh, serai, dan daun salam.

Sesudah semua bumbu siap, sebagian dihaluskan dengan blender, dan ikan dilumuri dengan bumbu halus tersebut. Campuran bumbu halus dibalurkan pada ikan yang sudah dicuci bersih dan dibuang bagian perut.

“Bumbu harus dibalurkan pada ikan hingga bagian dalam, agar meresap sehingga rasa bumbu merata,” ungkap Rumiem.

Setelah itu, ikan siap dibungkus dengan daun pisang. Pilihan daun pisang pada bagian dalam bisa dikombinasikan dengan daun kunyit untuk pembungkus. Daun kunyit bisa memberi sensasi aroma dan rasa lezat pada pepes yang dibuat.

Setelah ikan tengkurungan dibungkus dengan daun pisang, proses memasak bisa dilakukan dengan pengukusan dan pemanggangan.

Sebagai cara praktis membuat pepes dalam jumlah banyak, Rumiem membuat pepes dengan pengukusan dengan dandang khusus. Satu wadah bisa memuat sekitar 50 bungkus pepes.

Menurutnya, pepes dengan dandang khusus sangat tepat, karena diolah secara alami dan kematangan bisa lebih merata. Uap bumbu saat pematangan juga lebih terserap, karena aroma tidak keluar dari wadah.

Setelah matang, pepes ikan tengkurungan bisa disajikan dalam kondisi hangat. Menu ikan pepes tengkurungan dalam kerarifan lokal masyarakat pesisir Lamsel, kerap disajikan dengan sambal seruit dan pekhos. Pilihan sambal lain yang kerap disajikan berupa sambal kecap lengkap dengan cabai rawit, bawang merah iris sebagai penyedap saat menyantap pepes.

Sebagai olahan berbahan ikan segar, Rumiem menyebut pepes ikan tengkurungan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Di antaranya menjaga kesehatan otak, tulang, jantung dan kesehatan tubuh lainnya.

“Mengonsumsi ikan sekaligus sebagai cara mengajak masyarakat gemar makan ikan (Gemari),” katanya.

Edi, salah satu penikmat pepes ikan tengkurungan, mengatakan, pepes ikan pas disantap dengan nasi hangat. Menu tersebut cocok disantap dalam kebersamaan. “Proses memasak pepes ikan dengan cara dikukus tanpa minyak, juga membuat pepes aman bagi kesehatan,” katanya.

Selain itu, kesegaran ikan yang diperoleh dari nelayan langsung, membuat daging ikan lebih manis dan lezat.

Lihat juga...