hut

Periksa Hewan Kurban, FKH UGM Kirim Mahasiswa Polisi Veteriner

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Fakultas Kedokteran Hewan UGM, mengirim 350 petugas pemeriksa hewan kurban, untuk memeriksa kesehatan dan kualitas daging hewan kurban.

Mereka nantinya akan ditempatkan di seluruh area di DIY, dan menjadi polisi veteriner. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. Dr Siti Istrina Oktavia Salasia, mengatakan, selain memeriksa kesehatan hewan kurban, para mahasiswa juga bertugas menjamin daging hewan ternak betul-betul layak dikonsumsi masyarakat.

“Polisi veteriner ini tidak hanya memeriksa hewan kurban, namun memberikan jaminan kesehatan daging hewan ternak agar layak dikonsumsi oleh masyarakat DIY,” katanya di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Senin (05/08/2019).

Para mahasiswa yang ikut kegiatan pemeriksaan hewan kurban, harus memperhatikan perlakuan masyarakat terhadap hewan kurban. Diharapkan, perlakuannya sesuai standar animal welfare atau kesejahteraan hewan.

Hewan kurban tidak boleh diperlakukan semena-mena, selama pemeliharaan dan di saat menjelang proses pemotongan. “Kesejahteraan hewan harus dipastikan ketika sebelum disembelih agar hewan memiliki rasa tenteram, aman, tidak stres dan ia merasa nyaman,” jelasnya.

Mahasiswa juga akan mengawasai asal muasal hewan kurban. Sebab, ada hewan yang berasal dari sekitar tempat pembuangan sampah akhir, dimana daging hewan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. “Tidak boleh hewan ruminansia tapi makannya sampah, peran kita sebagai calon dokter hewan untuk mengawasinya,” katanya.

Ketua pengiriman petugas pemeriksaan hewan kurban, Heru Susetya, mengatakan, ada 350 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa S1, mahasiswa vokasi dan profesi, yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. “Tujuan dari kegiatan pemeriksaan hewan kurban ini adalah untuk menjamin daging hewan kurban aman, sehat, utuh dan higienes (ASUH) dan layak dikonsumsi. Kita ingin membantu masyarakat agar dagingnya yang ASUH, terjamin mulai dari sumbernya, proses penyembelihannya sampai ke tangan konsumen,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Ir. Sasongko, M.Si., mengapresiasi, langkah FKH UGM dengan membantu pemerintah daerah mengawasi ternak kurban. Keberadaan petugas tersebut, bisa meluruskan kesimpangsiuran informasi seperti mengenai infeksi cacing hati dan kasus anthrax di DIY.

“Setiap tahun, khususnya saat perayaan Iduladha, jumlah sapi yang dipotong di DIY diperkirakan mencapai lebih dari 20 ribu ekor, begitupun dengan kambing dan domba yang masing-masing mencapai 30 ribu-an ekor,” ungkapnya.

Lihat juga...