hut

Perluasan Ganjil-Genap Kurangi Polusi Udara dan Kemacetan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, kebijakan perluasan aturan ganjil genap kendaraan bermotor di Jakarta, dapat mengurangi polusi udara dan kemacetan sekaligus.

Menurutnya, dampak lain dari penerapan kebijakan itu mampu menurunkan kemacetan dan polusi udara yang kotor.

“Tapi tujuan utamanya sesungguhnya adalah lingkungan yang sehat dan lingkungan Jakarta sehat itu udara yang bersih, lalu lintas yang lancar, itu satu paket. Bukan sesuatu yang dipisahkan,” kata Anies di Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Kemudian, Anies menilai perluasan ganjil genap untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi dalam jumlah besar.

“Untuk jangka panjang kita harus punya kendaraan umum berbasis listrik, tapi itu perlu waktu. Konsekuensi pembatasan kendaraan bermotor juga mengurangi kepadatan lalu lintas,” jelas dia.

Dia menyebutkan, langkah ini hanya solusi jangka pendek. DKI pun berikhtiar menerapkan transportasi listrik untuk menekan polusi dalam jangka panjang.

“Lalu untuk jangka pendek adalah pembatasan kendaraan bermotor. Konsekuensi pembatasan kendaraan bermotor itu maka kepadatan lalu lintas juga berkurang,” kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meminta seluruh pihak tak memperdebatkan tujuan perluasan ganjil genap. Kebijakan itu untuk memperbaiki kualitas udara ibu kota dan mengatasi kemacetan.

“Para pakar tentu suka memperdebatkan. Tujuan sesungguhnya adalah lingkungan yang sehat dan udara yang bersih, lalu lintas yang lancar,” tuturnya.

Anies mengakui banyak pakar yang memperdebatkan tujuan dari kebijakan ganjil genap. Namun menurutnya hal itu tak perlu dipertentangkan.

Dia mempersilakan para pakar untuk memberi masukan kepada DKI Jakarta, jika mereka memiliki argumen dan dasar yang kuat.

“Dua-duanya dapat dan tidak perlu dipertentangkan. Kalau para pakar mau menganalisa berikan kami analisanya. Kita senang saja. Tapi kita tidak seperti itu, kalau mandi itu untuk bersih atau segar? Ya, dapat dua-duanya,” pungkasnya.

Dia juga meminta masyarakat tidak usah khawatir terhadap perluasan ganjil genap ini. Apalagi, peraturan gubernurnya belum dikeluarkan oleh Pemprov DKI.

“Bahkan pergubnya belum dikeluarkan karena memang sedang masa uji coba. Jadi terima kasih feedback-nya. Membantu kita untuk bisa membuat implementasinya,” imbuhnya.

Penerapan perluasan ganjil genap, di satu sisi dapat mengendalikan jumlah kendaraan yang berefek pada pengendalian kualitas udara, karena adanya pengurangan emisi kendaraan bermotor.

“Di sisi lainnya, kebutuhan mendasar warga, misalkan pelayanan rumah sakit dan lain sebagainya, bisa dikendalikan,” tukasnya.

Sebelumnya, Anies mengeluarkan Instruksi Gubernur nomor 66 tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Salah satu instruksinya ialah melakukan perluasan kawasan ganjil genap di ibu kota.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan, sistem ganjil-genap dapat mengurangi jumlah kendaraan roda empat di jalan raya ibu kota.

“Jumlah mobilnya asumsi kita berkurang 40 %. Oleh karena itu, indikator lain ganjil-genap ini adalah meningkatnya kualitas lingkungan, polusi udara menurun, karena memang dari aspek jumlah kendaraan bermotor turun,” ujar Syafrin.

Perluasan ganjil genap akan sepenuhnya berlaku pada 9 September mendatang. Ganjil genap diterapkan mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

Uji coba perluasan sistem ganjil-genap merupakan bagian dari sosialisasi kebijakan yang berlangsung sejak 7 Agustus hingga 8 September 2019. Setelah itu, kebijakan yang menjadi bagian dari usaha Pemprov DKI Jakarta menekan tingkat polusi itu akan mulai berlaku efektif pada 9 September 2019.

Lihat juga...