hut

Permintaan Kusen Kayu Tinggi Untungkan Perajin di Lamsel

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kebutuhan kusen kayu untuk bangunan masih diminati di Lampung Selatan (Lamsel). Permintaan yang tinggi diakui perajin kusen bernama Darto, warga Desa Negeri Pandan, Kecamatan Kalianda. Sebagai perajin kusen ia menyebut meski muncul kusen jenis alumunium, permintaan kayu kusen masih diminati masyarakat.

Sebagai pemilik usaha pembuatan kusen kayu, Darto menyebut, pemesan berasal dari sejumlah wilayah. Sejumlah warga memilih memakai kayu untuk efisiensi biaya. Selama proses pembuatan kusen kayu konsumen terbagi dalam dua jenis.

Jenis pertama disebutnya merupakan konsumen pemilik kayu. Selain itu jenis kedua merupakan konsumen yang tidak memiliki kayu.

Pemilik kayu disebutnya kerap membawa bahan baku untuk dibuat olehnya. Jenis kayu yang dipakai meliputi medang, bayur, mindi, jati dan kayu cempaka. Pemilik kayu disebutnya hanya akan memberi jasa kepadanya.

Sementara untuk jenis konsumen yang tidak memiliki kayu ia menyediakan berbagai bahan. Konsumen akan memilih sesuai jenis kayu serta ukuran menyesuaikan ukuran bangunan.

Darto, membuat jalosi atau lubang angin di rumahnya yang berada di Desa Negeri Pandan Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Selasa (20/8/2019) – Foto: Henk Widi

“Minat akan kusen kayu masih tinggi membuat saya masih mendapat pesanan cukup banyak sehingga kerap harus lembur agar bisa menyelesaikan pembuatan kusen dengan cepat,” ungkap Darto saat ditemui Cendana News, Selasa (20/8/2019).

Darto menyebut kusen yang kerap dibuat berupa jendela dan pintu termasuk daunnya. Sebagian kusen dibuat bermotif dan polos sesuai keinginan konsumen.

Tren pembuatan rumah minimalis pada zaman modern membuat kusen jendela dan pintu dibuat tanpa profil. Pembuatan kusen kayu dengan profil masih tetap dikerjakan olehnya dengan alat elektrik.

Pembuatan kusen kayu disebutnya menyesuaikan ukuran dan jenis. Paling kecil disebutnya berupa jalosi atau lubang angin.

Harga yang ditawarkan disebutnya mulai harga Rp30.000, kusen jendela mulai harga Rp300.000 hingga Rp1 juta. Selain pembuatan kusen ia menyebut melayani pembuatan furnitur berbahan kayu diantaranya lemari, kursi dan meja.

“Pembuatan kusen ikut dipengaruhi banyaknya warga membuat rumah usai mendapat ganti rugi jalan tol Sumatera,” cetusnya.

Perajin kayu tersebut mengungkapkan alat yang dipergunakan merupakan alat elektrik. Sebelumnya ia menyebut masih mempergunakan alat manual tanpa listrik.

Alat pemotong, mesin bor serta pembuatan profil diakuinya rata-rata sudah menggunakan listrik. Alat yang lebih modern membuat pengerjaan kusen berbahan kayu lebih rapi, cepat dan mudah dibentuk.

Samsul, perajin kayu di Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan mengaku, masih menerima banyak pesanan. Pesanan dari kayu yang diminati oleh masyarakat diantaranya kusen.

Samsul, salah satu tukang kayu di Desa Banjarmasin Kecamatan Penengahan Lamsel, menyiapkan pesanan pintu bagi konsumen, Selasa (20/8/2019) – Foto: Henk Widi

Berbagai jenis kusen tersebut lengkap dengan daun jendela dan pintu. Sebagai cara meningkatkan kualitas presisi dan estetika kusen ia mempergunakan alat elektrik yang modern.

“Konsumen kerap ingin memiliki kusen bergaya minimalis dengan ukuran beragam sehingga kami buat berdasarkan pesanan,” cetus Samsul.

Samsul menyebut bahan kayu disediakan olehnya sebagian bisa dibawa oleh pemesan. Mutu produk kayu yang berkualitas disebutnya tergantung dari keahlian dan penggunaan alat.

Peningkatan kemampuan memakai alat modern membuat hasil produk kusen lebih bagus. Kualitas kayu dan usia kayu sekaligus mempengaruhi hasil kusen yang dibuat.

Sebab hasil yang bagus menjadi kunci konsumen masih tetap memesan kusen buatannya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!