hut

PKK Denpasar: Pembuatan Banten yang Benar Bagian Pelestarian Budaya

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

DENPASAR — Membuat banten (sesajen) merupakan suatu keharusan bagi kaum perempuan Hindu. Terkadang tidak semua paham tentang makna banten yang dibuat sehingga menimbulkan kesan mula keto (memang seperti itu).

“Kegiatan ini dilakukan untuk menghilangkan kesan mula keto. Saya yakin semua tahu cara membuat banten. Namun masih banyak yang kurang faham terhadap makna banten yang dibuat,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ida Ayu Selly Mantra saat pelatihan banten di Wantilan Pura Lokanatha Denpasar, Kamis, (8/8/2019).

Lebih lanjut Selly Mantra menyampaikan, selain melestarikan adat dan budaya Bali melalui pelatihan banten juga untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar mewujudkan Denpasar kota kreatif berbasis budaya unggulan dan bekerjasama dengan WHDI Kota Denpasar.

Untuk materi pelatihan materinya berbeda dari tahun sebelumnya dimana tahun ini dilatih membuat perlengkapan upacara seperti durmengala, byakaonan, prayascita dan pengulapan. Materi yang dilatih saat ini sesuai dengan permintaan dari masyarakat yang juga dikaitkan dengan pelaksanaan upacara agama yang sering dilakukan.

“Melalui pelatihan-pelatihan seperti ini diharapkan masyarakat terutama ibu-ibu lebih memahami makna banten yang dibuat sesuai dengan sastra agama,” kata Selly Mantra lagi.

Pelatih pembuatan banten Wayan Sukerti dari WHDI menyampaikan materi pelatihan banten sekarang ini merupakan kelengkapan dalam melaksanakan upacara agama. Pada prinsipnya semua masyarakat telah membuat kelengkapan seperti ini namun masih berpatokan pada dresta dan tidak berpatokan pada sastra agama.

Pelatih pembuatan banten Wayan Sukerti dari WHDI.-Foto: Sultan Anshori.

Dengan demikian kelengkapan upacara yang dibuat tidak sesuai dengan tingkatan jenis upacara yang dibuat yaitu nista, madya dan utama. Melalui pelatihan ini diharapkan semua peserta mampu menyesuaikan membuat kelengkapan upacara sesuai jenis upacara.

”Saya harapkan usai mengikuti pelatihan para peserta bisa menggetok tularkan kepada ibu-ibu PKK lain sehingga dalam pembuatan banten benar-benar sesuai dengan sastra agama,” harapnya.

Menurutnya, Pelatihan ini sangat penting bagi ibu-ibu PKK, mengingat dalam pelatihan ini akan diberikan materi pembuatan banten secara rinci. Dengan demikian diharapkan dalam pembuatan benar-benar sesuai dengan sastra agama.

“Pelatihan ini sangat bagus untuk melestarikan adat dan budaya Bali. Sehingga diharapkan semua peserta nantinya memahami betul makna banten yang telah dibuat sesuai sastra agama,” tandas Wayan Sukerti.

Lihat juga...