hut

Polemik Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan Mencuat di Sikka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pembahasan usulan Raperda Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan bagi warga kabupaten Sikka untuk melanjutkan pendidikan menuai protes. Dalam sidang paripurna usai bupati Sikka membacakan pidato pengajuan usulan, sempat terjadi perdebatan.

Perdebatan dimulai ketika ketua DPRD Sikka, Gorgorius Nago Bapa, meminta ketua Pansus Ranperda Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan memberikan penjelasan terkait hasil kerja Pansus.

Ketua DPRD kabupaten Sikka, NTT, Gorgorius Nago Bapa. saat ditemui Cendana News di ruang kerjanya, Selasa (13/8/2019) – Foto: Ebed de Rosary

“Hasil kerja Pansus telah disampaikan kepada ketua DPRD Sikka dan disampaikan Pansus akan menunggu keputusan DPRD agar Pansus melakukan asistensi,” sebut Faustinus Vasco, Selasa (13/8/2019).

Disampaikan Vasco, awalnya Ranperda berjudul beasiswa pendidikan tetapi Pansus mengubahnya menjadi beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. Ini mengacu kepada PP Nomor 48 tahun 2008 tentang peraturan penyelenggaran pendidikan.

“Beasiswa sebagaimana tertera dalam Perda No.3 tentang RPJMD Sikka hanya bisa diberikan kepada mahasiswa berprestasi,” ujarnya.

Sedangkan beasiswa untuk mahasiswa dari keluarga miskin kata Vasco, tidak ada di dalam nomenklatur. Hanya ada bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa dari keluarga miskin.

“Atas dasar itu dengan mengacu kepada kedua aturan ini maka Ranperda mengenai Beasiswa Pendidikan diubah menjadi Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan,” terangnya.

Soal hibah dalam Ranperda ini tambah Vasco, nanti yang mengelola bukan dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Sikka. Yang mengelola dana ini Bagian Kesra Setda Sikka.

Saat Vasco sedang menjelaskan, ketua fraksi partai Demokrat Heny Doing pun melakukan interupsi. Dirinya meminta agar ketua Pansus menjelaskan hanya soal hasil kerja Pansus saja jangan melebar ke mana-mana.

Ketua DPRD Sikka, Us Bapa, pun mengatakan, setelah bertemu dengan pansus, disepakati rencana asistensi ditunda dahulu karena belum tersedianya anggaran. Pihaknya pun mengundang Pansus untuk membahas kembali ranperda ini bersama fraksi di DPRD.

“Ada beberapa hal yang perlu dilihat kembali dalam Ranperda yang sedang dibahas. Ada pasal yang sudah dihilangkan tetapi di dalamnya masih ada penjelasan. Ini perlu dijelaskan, maksud apa masih ada di dalam Ranperda,” tegas Us.

Ini yang dimaksud DPRD Sikka, kata Us, untuk bisa dibahas kembali tetapi ketua Pansus tidak hadir saat ingin dimintai penjelasan.

Soal laporan Pansus  setelah asistensi dirinya membantah. Menurutnya, setiap saat DPRD bisa meminta penjelasan dari Pansus bukan hanya setelah asistensi.

“Ini kepentingan bersama DPRD bukan kepentingan Pansus dan bukan kepentingan di luar Pansus. Ini beberapa hal yang perlu dilihat kembali sehingga saya meminta ini disampaikan saat sidang paripurna,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!