Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp12 Miliar

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Jajaran Polres Lampung Selatan (Lamsel) kembali menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster sebanyak 83.198 ekor, asal Banten, yang sedianya hendak dikirim ke luar negeri.

Kapolres Lamsel, Ajun Komisaris Besar Polisi, Muhamad Syarhan, menyebut,  benih lobster diamankan di KM 87-88. Modus pelaku dalam mengirim benih lobster masih sama, yakni menggunakan kendaraan pribadi.

Ribuan benih lobster dikemas dalam plastik berisi oksigen, kotak styrofoam. Meski sempat lolos dari pemeriksaan di pelabuhan Bakauheni, namun kendaraan pengangkut benih lobster berhasil diamankan.

Berdasarkan penyelidikan petugas, benih lobster tersebut selanjutnya akan dibawa ke Batam dan Riau. Namun, petugas masih terus mendalami kemungkinan adanya negara tujuan dari pengiriman benih lobster tersebut.

“Benih lobster yang akan dikirim sementara akan disimpan di Lampung, untuk penambahan oksigen dalam pengiriman selanjutnya,” terang AKBP Muhamad Syarhan, di GOR Way Handak, Mapolres Lamsel sementara, Rabu (28/8/2019).

Kapolres Lamsel, AKBP Muhamad Syarhan, saat memperlihatkan barang bukti benih lobster sitaan di Mapolres sementara GOR Way Handak,Kalianda, Rabu (28/8/2019) -Foto: Henk Widi

Berdasarkan penelusuran petugas, ribuan benih lobster dibawa oleh Fidelis Bali Putram dengan kendaraan Terios warna putih bernomor polisi F 1308 AB. Sebagai kurir, ia kedapatan membawa sebanyak 12 kotak styrofoam dengan jumlah 382 kantong plastik berisi benih lobster.

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan benih lobster pasir berjumlah 76.595 ekor, jenis lobster mutiara sebanyak 6.603 ekor. Berdasarkan estimasi harga benih lobster per ekor mencapai ratusan ribu, sehingga nilai total sebesar dari Rp12 Miliar.

Kapolres Lamsel mengatakan, saat ini tersangka berikut barang bukti masih ditahan. Tersangka terancam pasal 88 Junto 16 Undang-undang nomor 45 tahun 2009, perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 2004, tentang perikanan, dengan hukuman paling lama 6 tahun penjara.

“Pengamanan ini sekaligus upaya menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia, agar tidak dibawa ke luar negeri,” ungkap Muhamad Syarhan.

Sebelumnya, pada Juni silam, Polres Lamsel juga mencegah upaya penyelundupan benih lobster sebanyak 65.076 benih,  jenis mutiara dan pasir, senilai Rp6 miliar. Selanjutnya, lobster tersebut dilepasliarkan di kawasan pantai Tambling Kabupaten Pesisir Barat. Sementara untuk benih lobster sebanyak 83.198 ekor akan dilepaskan di sekitar pulau Tegal Kabupaten Pesawaran.

Catur S Udiyanto, koordinator lapangan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Hasil Perikanan Lampung wilker Bakauheni, menyebut, pihaknya melakukan upaya penyelamatan dengan melakukan penambahan oksigen, agar benih lobster tidak mati sebelum pelepasliaran.

Sesuai arahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), benih lobster harus dilepasliarkan menjaga keanekaragaman hayati perairan.

“Jika benih lobster ini diselundupkan ke luar negeri, maka kekayaan ekosistem laut akan habis. Maka harus ditindak tegas,” papar Catur S Udiyanto.

Ia mengatakan, upaya menjaga pengiriman hasil perikanan terus dilakukan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Petugas Balai KIPM juga ditempatkan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, mencegah pemasukan dan pengeluaran komoditas perikanan tanpa dokumen. Selanjutnya balai KIPM akan sesegera melakukan pelepasliaran benih lobster di sekitar pulau Tegal Pesawaran, agar lobster bisa hidup di habitatnya.

Lihat juga...