hut

Ratusan Hektare Sawah di Sukamurni Terdampak Kekeringan

Editor: Mahadeva

BEKASI – Ratusan hektare sawah di utara Kabupaten Bekasi, tepatnya di Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, mengalami kekeringan.

Nurdin Kepala Sukamurni, Sukakarya, Kabupaten Bekasi saat ditemui Cendana News, Senin (12/8/2019) – foto M Amin

Berbagai upaya dilakukan petani dan perangkat desa setempat, untuk mengatasi kekeringan tersebut. “Luas areal sawah di desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya mencapai 550 hektare, 250 hektare mengalami kekeringan,” ungkap Nurdin, Kepala Desa Sukamurni, kepada Cendana News, Senin (12/8/2019).

Ke-250 hektare lahan sawah tersebut disebutnya belum teraliri irigasi milik Dinas Pengairan. Nurdin menyebut, perangkat desa dan petani mengupayakan sendiri pengaliran air dengan sistem uyunan (kerja bakti).

Dari kegiatan tersebut, ada air beberapa kubik bisa dialirkan ke sawah setiap harinya. “Hari ini, perangkat lima desa dan petani seperti desa Sukamunri, Sukabudi, Sukamantri, dan Sukawangi, akan bertemu untuk musyawarah agar aliran air bisa dilakukan secara bergiliran, bersama dinas pengairan,” tambah Nurdin.

Setiap tahun, jika musim kemarau tiba, areal persawahan di beberapa desa wilayah Utara Kabupaten Bekasi dipastikan kekeringan. Namun, belum ada solusi dari pekerintah daerah baik Kabupaten maupun Provinsi Jawa Barat untuk persoalan tersebut.

“Kami sudah meminta dari 2014 lalu, berharap ke Provinsi Jabar melalui Kabupaten Bekasi, agar kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) dibuatkan pintu air, untuk mengaliri lahan di Utara Bekasi,” tegas Nurdin.

Namun, sampai sekarang hal tersebut belum teralisasi. Petani bersama perangkat desa, masih harus terus mencari solusi untuk mendapatkan air. Perangkat desa dan petani di Utara Bekasi, sejak 2014 sudah mengusulkan pembuatan turap, normalisasi, pembuatan pintu air di kali CBL.

Pengajuan dilakukan langsung ke Pemprov Jabar. Setiap tahun selalu diajukan, karena setiap tahun selalu bermasalah dengan kekeringan. Nurdin menyebut, kekeringan mulai dirasakan di Sukamurni sejak lima bulan lalu, atau sebelum memasuki Puasa Ramadan. Tetapi, saat untuk air bersih masih aman.

“Hari ini rapat dengan Dinas Pengairan bersama beberapa desa, untuk mencari solusi giliran saluran pengairan ke sawah yang mengalami kekeringan. Semoga ada titik temu,” pungkas Nurdin.

Lihat juga...