Rektor UNU NTB Ajak Mahasiswa Pelihara Budaya Menulis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Baiq Mulianah mengatakan, salah satu tradisi ilmiah yang mulai banyak ditinggalkan mahasiswa termasuk anak muda dan warga NU adalah tradisi menulis.

“Ada satu tradisi yang saya lihat mulai banyak ditinggalkan mahasiswa, termasuk lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren adalah budaya tulis menulis” kata Mulianah di Mataram, Kamis (22/8/2019).

Padahal menulis merupakan salah satu warisan para ulama yang mesti dipelihara dan dilestarikan secara turun temurun, karena menulis merupakan salah satu cara mengikat ilmu yang dimiliki.

Ulama dan kiai, khususnya ulama NU terdahulu sangat produktif menuliskan ilmu yang dikuasai dalam bentuk kitab yang sampai hari ini bisa dibaca dan dipelajari murid, termasuk masyarakat luas.

“Bisa dibayangkan, seandainya ulama terdahulu tidak menuliskan ilmunya, tentu kita tidak bisa membaca dan mempelajari ilmu yang dimiliki,” katanya.

Karena itu ia mengajak kepada mahasiswa dan generasi muda NU mulai membudayakan menulis, agar ilmu dan pikiran tentang berbagai hal bisa dinikmati dan dipelajari generasi selanjutnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, salah satu misi UNU NTB adalah mengembangkan, melestarikan nilai ahlussunah waljamaah, yaitu integrasi nilai ilmu dan agama sehingga menjadi peradaban dan  sistem nilai, perilaku dan kebudayaan.

“Harapannya terhadap mahasiswa UNU, termasuk kader muda NU, menulislah, banyak tokoh memiliki ilmu mumpuni, tapi belum banyak dituangkan dalam bentuk tulisan,” katanya.

Ketua PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir, sebelumnya juga mengajak generasi muda, khususnya generasi muda NU membiasakan budaya menulis, tapi tentu harus dibarengi juga dengan membaca, agar tulisan yang dihasilkan berkualitas.

Salah satu kekayaan NU adalah pesantren, kiai dulu banyak menulis kitab, dan sekarang budaya menulis tidak boleh ditinggalkan. Supaya bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.

Salah satu kiai yang sangat produktif menulis adalah KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus, orang besar, kenapa bisa menjadi bijaksana, karena kedalaman ilmunya. Bisa banyak diketahui melalui pikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Lihat juga...