Resmi, NTT Kirim Pekerja ke Perusahaan Sawit di Malaysia

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Pemprov NTT menandatangani kerjasama dengan perusahaan kelapa sawit asal Malaysia, Felda Global Ventures (FGV).

Kerjasama ditandai dengan undangan dari perusahaan tersebut kepada Pemprov NTT ke Malaysia, pada 18 sampai 20 Agustus 2019 lalu. Pertemuan untuk membahas langkah konkrit kerja sama dan rencana pengiriman tenaga kerja asal NTT, ke perusahaan kelapa sawit terbesar ke-tiga dunia itu.

“Kami diminta untuk merekrut calon pekerja yang akan dikirim ke Malaysia, untuk bekerja di perusahaan sawit tersebut,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, Rabu (28/8/2019).

Germanus menyebut, pihaknya mulai melakukan perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), setelah adanya penandatanganan kerjasama pengiriman pekerja tersebut. “Kesepakatan ini dilakukan antara Pemprov NTT dengan perusahaan FGV. Pihak perusahaan akan mempekerjakan sebanyak 1.000 pekerja asal NTT,” ungkapnya.

Kepala dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Sikka, Germanus Goleng.Foto : Ebed de Rosary

Pemkab Sikka juga menyiapkan para pekerja yang akan dikirim. Dilakukan pelatihan sebelum dilakukan pengiriman, agar bisa memiliki keterampilan sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Sisilia Sona, menyebut, Pemprov NTT telah membahas rencana pemberian pelatihan kepada para pekerja tersebut. “Kami harus mengirim pekerja yang sudah dilatih di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN). Para pekerja ini juga akan mendapatkan asuransi dan dikirim secara legal,” terangnya.

Untuk itu, para pekerja yang akan dikirim harus memenuhi syarat administrasi. “Perusahaan juga akan datang ke Kupang, dan berencana membuka kantor di Indonesia. Saat ini lahan kelapa sawit milik perusahaan tersebut seluas 443 ribu hektare. Yang baru digarap 332 ribu hektare. Makanya mereka sangat membutuhkan pekerja dari Indonesia,” terangnya.

Untuk bekerja di perusahaan tersebut, selain memiliki syarat kelengkapan administrasi. Pekerja laki-laki harus berumur antara 20 sampai 40 tahun. “Kami sudah mengirim surat kepada para bupati agar bisa merekrut pekerja yang akan ke Malaysia sesuai syarat yang ditentukan,” pungkasnya.

Lihat juga...