hut

Salat Iduladha 1440 H di Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap

PEKANBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau, bertepatan perayaan Iduladha 1440 Hijriah, terpantau mulai menyelimuti Kota Pekanbaru.

Pantauan di lapangan, bau seperti arang terbakar terasa menyengat saat umat muslim mulai berbondong-bondong memadati Masjid Raya Annur di Kota Pekanbaru, untuk menjalankan salat Iduladha, Minggu (11/8). Panitia di masjid dan warga terpaksa mengenakan masker medis, karena asap yang terasa pekat.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kualitas udara pada Minggu (11/8) pagi berasap sehingga jarak pandang menurun.

“Jarak pandang di Pekanbaru pada pagi ini cukup buruk, hanya dua kilometer akibat asap,” kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami.

Ia menjelaskan, kondisi berasap juga terpantau di Kota Dumai dengan jarak pandang 2 kilometer, dan Kabupaten Pelalawan 3 kilometer.

Sanya mengatakan, kualitas udara kini status sedang akibat tercemar asap atau jerebu. Informasi konsentrasi partikulat (PM10) yang terkandung di udara pada sekitar pukul 06.30 WIB lebih dari 110 mikrogram per meter kubik.

“PM10 tercatat di angka 110, kualitas udara sedang,” katanya.

Berdasarkan pantauan satelit pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB, lanjutnya, terpantau ada delapan titik panas di Riau yang jadi indikasi awal Karhutla. Dari jumlah tersebut, ada enam titik yang terindikasi kuat merupakan titik api karhutla.

“Seluruhnya berada di Kabupaten Indragiri Hulu,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar mengeluarkan arahan kepada masyarakat, khususnya umat muslim, untuk mewaspadai kabut asap kebakaran hutan dan lahan serta untuk berdoa meminta hujan pada perayaan Iduladha 1440 Hijriah pada Minggu 11 Agustus 2019. (Ant)

Lihat juga...