hut

Sanur Kite Festival di Gelar di Pantai Mertasari

Editor: Mahadeva

Sanur International Kite Festival di Pantai Mertasari, pada Minggu, (18/8/2019) sore. - Foto Sultan Anshori

DENPASAR – Rare Angon (penghobi layangan) di Sanur kembali menggelar Sanur International Kite Festival. Minggu (18/8/2019) sore peserta Sanur International Kite Festival antusiap bersiap untuk menerbangkan layangan-layangnya di pantai Mertasari, Sanur.

Cuaca yang panas, tidak mempengaruhi semangat peserta memainkan layang-layang. Gemuruh sorak-sorak para Rare Angon ditambah lantunan gamelan rindik dari sekaa rindik Sanggar Maruta, yang mengiringi suasana lomba menjadi meriah.

Ketua Panitia Sanur Kite Festival, Kadek Dwi Armika, mengatakan, Sanur Kite Festival telah dimulai sejak 15 Agustus lalu. Dan berakhir pada Minggu, 18 Agustus 2019. Kegiatan diawali dengan Nasional dan Internasional Kite Festival, workshop dan pengajaran untuk anak-anak sekolah.

layang-layang yang diterbangkan dalam Sanur Kite Festival – Foto Sultan Anshori

Sedangkan pada 17 dan 18 Agustus 2019, dilaksanakan terbang bersama Nasional dan Internasional kreatif kite kontes. Dilanjutkan lomba layang-layang lokal Bali, yang diikuti 636 peserta dari seluruh Bali.

Untuk malam hari, mulai pukul 19.00 hingga 21.00 Wita dilaksanakan terbang malam, untuk peserta nasional dan internasional yang bertajuk Dharmaning Gesing, yang berarti memuliakan bambu. Kegiatan diiringi musik tradisional rindik dan dalang cilik dari sekeha rindik Sanggar Maruti. “Untuk hari terakhir pada tanggal 18 Agustus ini diikuti sebanyak sekitar 760 peserta,” kata Kadek Dwi Armika.

Peserta nasional diikuti dari berbagai daerah seperti, Jakarta, Bandung, Pangandaran, Cilacap, Surabaya, Blitar, Bandung, Ponorogo. Sementara untuk Internasional diikuti dari 23 negara yaitu diantaranya, Colombia, Australia, Italia, Jerman, Prancis, Thailand, Philipina. “Mereka datang membawa layangan khas daerahnya tersendiri,” ujar Dwi Armika.

Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengatakan, lomba layang-layang merupakan salah satu bentuk kreativitas. Kegiatannya, membutuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan tim.  Kegiatan seperti itu, harus terus dipertahankan. Keberadaanya bisa menjadi wadah untuk melestarikan kebudayaan itu sendiri,” ujarnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com