hut

Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Pengiriman TKI Ilegal

PONTIANAK – Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/WNS, menggagalkan keberangkatan delapan orang yang diduga akan dijadikan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia, Sabtu (10/8).

“Dari delapan orang itu, enam di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan, satu dari NTT dan satunya lagi dari NTB,” kata Dansatgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonmek 643/WNS, Mayor Inf. Dwi Agung Prihanto, di Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (11/8/2019).

Saat ini, menurut dia, ke delapan orang yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural itu sudah dilimpahkan ke Polsek Entikong, guna proses hukum lebih lanjut.

Dari delapan orang tersebut, dua di antaranya, yaitu berinisial Js (43) NTT, AD (44) NTB, merupakan penunjuk jalan di Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Sanggau.

“Dari hasil pemeriksaan kami di Pos Kotis Gabma Entikong, mereka ini tidak bisa menunjukkan surat dokumen resmi masuk ke Malaysia. Mereka memaksa masuk ke Malaysia melalui ‘jalan tikus’ (jalan ilegal) di perbatasan yang ada daerah Entikong,” ujarnya.

Dua orang itu bertindak sebagai penunjuk jalan untuk masuk ke Malaysia bagi enam orang lainnya yang berinisial, yakni Si (20), Ds (25), Ic (24), Ja (28), In (19) dan Adn (42) asal Sulawesi Selatan.

Keberhasilan itu, ujar Dwi, berawal dari kegiatan rutin, yaitu kegiatan
razia (sweeping) personel Pos Kotis Gabma Entikong di sektor kiri PLBN dan mengamankan ke delapan orang tersebut.

“Kami akan memperketat pengawasan di jalur tidak resmi perbatasan RI-Malaysia, dan terus melakukan pemeriksaan rutin setiap hari selama 24 jam, baik untuk mencegah masuknya barang ilegal ke Indonesia maupun pengiriman TKI ilegal ke Malaysia,” katanya.

Sebelumnya, menurut dia, pihaknya juga berhasil menggagalkan pengiriman lima orang TKI ilegal ke Malaysia melalui jalan tikus perbatasan itu. (Ant)

Lihat juga...