hut

Satgas Saber Pungli Dilapori Dugaan Pungli di Kaltim

Ilustrasi - Dok. Ant

JAKARTA – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) menerima pengaduan dugaan pungli dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) PT Brian Anjat Sentosa.

Pungli dilaporkan dilakukan oleh oknum Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur. Laporan tersebut disampaikan PT Sasana Yudha Bhakti, yang menjadi korban dari dugaan tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Brian Anjat Sentosa, di Kantor Saber Pungli Kemenko Polhukam, Jakarta pada Jumat (16/8/2019).

Sekretaris Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Irjen Pol Widyanto Poesoko, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya, Satgas akan melakukan verifikasi dengan meninjau ke lokasi untuk mencari tahu kebenaran dari informasi yang disampaikan terlapor.

“Kami mengapresiasi laporan yang disampaikan masyarakat, namun kami tetap akan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menindaklanjuti ke tahap berikutnya,” kata Widyanto, Sabtu (17/8/2019).

Pihak Pelapor yang mewakili PT Sasana Yudha Bhakti (SYB), Ferdinand, menjelaskan, latar belakang yang menjadi masalah antara pihaknya dengan PT Brian Anjat Sentosa adalah telah terjadi tumpang tindih wilayah perizinan.

PT SYB merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan. Sedangkan PT Brian Anjat Santosa bergerak di bidang pertambangan Batubara, yang memiliki Izin Usaha Pertambangan.

“Karena adanya tumpang tindih tersebut, PT Brian Anjat Sentosa sebagai pemegang KP Eksplorasi tambang Batubara yang izinnya terbit di 2006 mengklaim sebagai pihak yang paling berhak untuk pembebasan lokasi dibandingkan dengan izin lokasi perkebunan kami PT Sasana Yudha Bhakti yang terbit di tahun 2007,” ujarnya.

Oleh karena itu, PT SYB langsung bekerja membebaskan lahan dengan cara membeli dari masyarakat, dan akhirnya memperoleh Sertifikat Hak Guna Usaha pada 2009 sampai dengan 2010. Namun masalah kemudian muncul setelah PT SYB memperoleh HGU.

Menurut Ferdinand, dengan adanya Undang-Undang No.4/2009, mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara, maka PT Brian Anjat Sentosa telah menyesuaikan izin pertambangan mereka menjadi Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi.

Dengan terbitnya penyesuaian izin baru PT Brian Anjat Sentosa pada 2009, yaitu Keputusan Bupati Kutai Kertanegara tentang Persetujuan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Kepada PT Brian Anjat Sentosa. Tetapi IUP Eksplorasi ini hanya berlaku dua tahun sampai tanggal 1 Desember 2011.

“Namun tiba-tiba PT Brian Anjat Sentosa bisa mendapat Persetujuan Izin Operasi Produksi pada 8 Mei 2018, padahal IUP Eksplorasi tersebut sudah berakhir 1 Desember 2011 atau sudah 7 tahun lebih,” kata Ferdinand.

Hal itu tentunya menimbulkan adanya dugaan pelanggaran dalam proses penerbitan IUP Operasi Produksi Tahun 2018 PT. Brian Anjat Sentosa, karena IUP Eksplorasi PT itu sudah habis masa berlakunya pada 2011 silam.

Ia mengaku memiliki bukti untuk memperjelas apakah Peningkatan IUP Operasi Produksi PT Brian Anjat Sentosa, didasarkan IUP Eksplorasi yang sudah habis masa berlakunya. Sampai saat ini, PT Anjat Sentosa diduga keberatan untuk mematuhi dan melaksanakan diktum ke-empat yang tertulis dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Timur tentang IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi kepada PT Brian Anjat Sentosa.

“PT Brian Anjat Sentosa malah melakukan tindakan-tindakan hukum sepihak dengan melaporkan perusahaan kami, PT Sasana Yudha Bhakti di Kepolisian Daerah Kalimantan Timur dan juga melakukan gugatan di PTUN Samarinda,” kata Ferdinand.

Dengan kejadian tersebut, Ferdinand menduga telah terjadi perbuatan melanggar hukum yaitu dugaan pungli dalam penerbitan IUP PT Brian Anjat Sentosa oleh oknum Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur.

Hal itu terlihat dari proses penerbitan IUP Operasi Produksi PT Brian Anjat Sentosa tersebut. “Untuk itu kami mohon kepada Sekretaris Saber Pungli Kemenko Polhukam, untuk dapat melakukan pemanggilan kepada para pihak terkait dalam rangka meninjau kembali proses perijinan serta membatalkan izin IUP-OP PT Brian Anjat Sentosa, mengingat perusahaan tersebut diduga telah melanggar aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah.” kata Ferdinand. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com