Sembilan Bekal Antikorupsi dari KPK untuk Mahasiswa Unej

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – KPK memberikan bekal sembilan nilai anti-korupsi untuk mahasiswa Universitas Jember (Unej). Sembilan nilai anti-korupsi itu adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil.

Bekal tersebut dikemukakan oleh Saut Situmorang, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat memberikan kuliah umum bertema Integritas Pemuda sebagai Pemimpin Pemberantasan Korupsi di Indonesia di Gedung Soetardjo, Jumat (30/8/2019).

Menurut Saut Situmorang, kepintaran saja tidak bisa menjadi bekal seseorang dalam mengarungi kehidupan nyata apalagi menghindari tawaran korupsi.

Perlu berpegang pada integritas yang tertuang dalam kesembilan nilai anti-korupsi. Apalagi saat ini tidak ada lini kehidupan di Indonesia yang bebas korupsi.

“Banyak koruptor adalah orang-orang yang pintar, lulusan perguruan tinggi juga, namun toh terjerat kasus korupsi. Saat ini koruptor yang ditangkap oleh KPK sudah mendekati angka seribu orang. Mirisnya lagi usia pelaku korupsi makin muda, bahkan melibatkan keluarga. Maka berpeganglah pada integritas dengan kesembilan nilai anti-korupsi, sebab ada Tuhan di dalamnya,” pesan Saut Situmorang kepada mahasiswa Universitas Jember yang memenuhi Gedung Soetardjo.

Uniknya Wakil Kepala KPK ini lantas menunjukkan hasil riset mengenai kegiatan-kegiatan yang mengarah ke tindakan korupsi di kalangan mahasiswa.

“Dari penelitian KPK, ada delapan modus korupsi di kalangan mahasiswa. Yang pertama terlambat kuliah, memberikan hadiah atau gratifikasi kepada dosen, mark up dan proposal palsu. Kemudian ada penyalahgunaan dana beasiswa, plagiasi serta mencontek,” ujar pria asal Medan yang sebelum bertugas di KPK lama berkarier di Badan Intelijen Negara (BIN) ini.

Selain memberikan kuliah umum di Kampus Tegalboto, KPK juga membawa bus khusus yang isinya berbagai informasi mengenai  pencegahan korupsi dalam kerangka kegiatan “Jelajah Negeri, Bangun Anti-Korupsi”.

Sadar memberantas korupsi di Indonesia adalah tugas maha berat, maka KPK memutuskan bekerjasama dan berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk perguruan tinggi. Khusus di lingkungan perguruan tinggi, ada tiga tahapan strategi pencegahan korupsi, pertama dengan membangun kesadaran bagi mahasiswa baru.

Kedua, meningkatkan pemahaman bagi mahasiswa dengan cara memasukkan pendidikan anti-korupsi dalam mata kuliah yang sudah ada, atau menjadi mata kuliah pilihan. Ketiga, memberikan motivasi dan bekal bagaimana mencegah korupsi bagi mahasiswa yang akan lulus.

“Dari lima tugas pokok KPK, maka empat tugas lebih bersifat pencegahan, hanya satu yang penindakan. Oleh karena itu KPK terus memberikan perhatian kepada bagaimana mencegah korupsi melalui perbaikan sistem, meningkatkan peran serta masyarakat, dan pendidikan anti korupsi.

Pendidikan anti-korupsi ini wajib diberikan semenjak usia dini, untuk itu KPK sudah menyusun kurikulum pendidikan anti-korupsi dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Namun tentu saja pendidikan anti-korupsi ini adalah program jangka panjang,” imbuh pria lulusan Ilmu Fisika ini.

Kegiatan kuliah umum juga diisi dengan diskusi. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, M. Syahidan dari Program Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya mengkritik iming-iming yang biasanya diberikan oleh organisasi mahasiswa yang ada di kampus, yang menjanjikan adanya bantuan berupa kedekatan relasi jika seseorang masuk ke organisasi mahasiswa tertentu.

“Menurut saya janji ini berpotensi menciptakan situasi korupsi, kolusi dan nepotisme. Alih-alih menghargai jerih payah dan kemampuan seseorang, individu,” tanya M. Syahidan. Koleganya, Sasmita dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis bertanya, mengapa masih ada orang yang memiliki penghasilan lebih dari cukup namun masih melakukan korupsi.

Sementara itu Siti Robiah dari Fakultas Pertanian menanyakan apa saja tindakan pencegahan yang sudah dilakukan oleh KPK, terutama dalam menghadapi kasus-kasus korupsi besar.

Saut Situmorang menanggapi pertanyaan Siti Robiah, mahasiswi Fakultas Pertanian UNEJ, Jumat (30/8/2019) – Foto: Kusbandono.

Selain dihadiri oleh mahasiswa, kegiatan kuliah umum yang dibuka oleh Zulfikar, Wakil Rektor I Universitas Jember juga dihadiri oleh unsur pimpinan di Kampus Tegalboto.

Dalam sambutannya, Zulfikar menjelaskan di Universitas Jember, muatan anti-korupsi dimasukkan dalam mata kuliah seperti mata kuliah Agama dan Pancasila.

“Universitas Jember juga tengah merintis menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan ISO 370001 Sistem Manajemen Anti-Penyuapan,” kata Zulfikar.

Lihat juga...