hut

Serapan Dana Bos SMP di Bantul Rendah

Ilustrasi - Dok. Kemdikbud

BANTUL – Serapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2019 di Kabupaten Bantul, memengaruhi kegiatan belajar mengajar.

“Saya yakin, itu jelas otomatis berpengaruh. Karena dana BOS itu penggunaannya antara lain untuk itu (operasional) kegiatan proses belajar mengajar di sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Bantul, Isdarmoko di Bantul, Sabtu (24/8/2019).

Berdasarkan data di instansinya, total dana BOS 2019 untuk SMP di Bantul mencapai Rp25,8 miliar. Tetapi, sampai dengan akhir semester pertama 2019, baru terserap Rp9,6 miliar atau 38 persen. Masih ada Rp16 miiliar yang belum terserap dan mengendap.

Beberapa kendala yang memengaruhi serapan dana BOS diantaranya, regulasi yang disebutnya berubah-ubah. Khususnya, berhubungan dengan sistem pengadaan buku, kemudian adanya ketakutan atau kekhawatiran sekolah bila melakukan kesalahan penggunaan anggaran.

“Makanya kita pacu, jangan takut gunakan (dana BOS), yang penting normatif, ada aturannya itu yang dipatuhi, apalagi dari kejaksaan, sudah memberikan istilahnya konsultasi dan pendampingan kaitannya pengelolaan dana BOS,” katanya.

Dia mengatakan dalam petunjuk teknis pengelolaan dana BOS bersama Kejari Bantul, ditegaskan, asal tidak ada niatan untuk melakukan penyimpangan anggaran, maka bila ada kesalahan yang bersifat administratif masih bisa diperbaiki. “Kejaksaan juga menyampaikan kalau ada niatan untuk menyimpang itu jelas berhadapan dengan hukum, karena itu tindak pidana, perbuatan melawan hukum, tapi kalau memang ada sesuatu yang ragu-ragu tanyakan ke kejaksaan boleh tidak,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah bisa meminta pendapat kepada kejaksaan kalau perlu, agar bisa melangkah dengan pasti. “Kami di dinas ada tim kabupaten itu yang harus memang itu kita dorong sekolah untuk memaksimalkan pemanfaatan dana BOS,” katanya.

Untuk dana BOS 2019 tingkat SD, serapannya lebih baik. Dari total Rp27,6 miliar yang dianggarkan, hingga semester pertama sudah terserap Rp20,4 miliar atau sekitar 73 persen. Sehingga, yang belum terserap hanya sekitar Rp7,2 miliar. “Upaya yang pertama dari buku, kita pacu agar dilaksanakan hanya sesuai dengan juknis, meski harus menunggu proses. Kemudian, yang lain-lain kaitannya dengan ada yang takut dan ragu-ragu itu melangkah saja, kalau tidak, nanti anak-anak yang terlantar,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com