hut

Setelah 17 Tahun, Rumah Sihani Kini Tak Kotor dan Kumuh Lagi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Hingga beberapa minggu lalu, rumah Sihani (38) mungkin belum bisa dikatakan layak huni, karena masih terlihat kotor, kurang tertata, dan cenderung kumuh. Meski lantai di ruangan bagian depan rumahnya sudah disemen, namun pada bagian belakang seperti dapur dan kamar tidur masih berupa tanah.

Hal itu membuat warga dusun Nyemuh, Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul itu harus beraktivitas bersama suami dan dua anaknya, dengan kurang leluasa. Selain tak bisa melakukan kegiatan di lantai, ia juga harus bergelut dengan kondisi ruangan yang lembab dan cenderung kurang sehat.

Yang lebih memprihatinkan lagi, ternyata kondisi seperti itu ia alami selama 17 tahun terakhir. Sejak anak pertamanya lahir hingga bersekolah di tingkat SMK saat ini.

Beruntung, satu minggu terakhir kondisi semacam itu telah jauh berubah. Yayasan Damandiri yang didirikan oleh Jenderal Besar HM Soeharto, melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, memberikan bantuan lantainisasi pada ratusan rumah tak layak huni di desa Krambilsawit. Keluarga Sihani, yang merupakan warga miskin, menjadi salah penerima bantuan tersebut.

“Alhamdulillah. Senang sekali. Karena sebelumnya lantai ruangan dapur dan kamar belakang masih berupa tanah. Sekarang sudah disemen. Sehingga menjadi lebih bersih, nyaman, dan sehat. Dilihat juga lebih indah,” katanya saat ditemui Cendananews baru-baru ini.

Bagi Sihani, program bantuan lantainisasi Yayasan Damandiri yang disalurkan KUD SHS Mandiri Krambilsawit itu jelas sangat berarti. Pasalnya, tanpa bantuan itu ia sebagai salah satu keluarga pra sejahtera akan sulit merenovasi rumahnya sendiri secara swadaya.

Bagaimana tidak, Sihani hanya merupakan ibu rumah tangga biasa. Sehari-hari ia hanya bekerja sebagai buruh tani. Sementara suaminya bekerja serabutan, sebagai buruh bangunan yang berpenghasilan tidak pasti. Mereka menanggung dua orang anak yang tengah membutuhkan biaya besar untuk keperluan sekolah, yakni tinggat SD dan SMK.

“Suami saya kerja serabutan di proyek. Kalau sedang tidak ada kerjaan ya ngangur di rumah. Sementara saya hanya bertani. Kalau musim kemarau seperti sekarang, tidak bisa menanam apa-apa karena sulit air. Untuk menambah penghasilan saya biasanya hanya menjual panenan sawo, dan mencari bonsai untuk dijual,” kayanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com