hut

Soal Kualitas Udara, Jakarta Diminta Inventarisasi Emisi

Ilustrasi - DOK CDN

JAKARTA – Mengenai kualitas udara Jakarta yang buruk, Periset Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Adila Isfandiari, mendesak Pemprov DKI Jakarta melakukan inventarisasi emisi.

“Harus dilakukan inventarisasi emisi, apa saja yang memberi kontribusi besar, termasuk parameter apa yang dipergunakan,” kata Adila di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Hal itu disampaikan, terkait angka Air Quality Index (AQI) di kota Jakarta, yang akhir-akhir ini mencapai 161, dengan keterangan tidak sehat. Adila menilai, besar kemungkinan emisi dihasilkan dari industri-industri yang berlokasi di daerah penyangga Jakarta. Termasuk juga, dari kendaraan bermotor di luar DKI Jakarta, seperti Tangerang dan Bekasi yang melintasi Jakarta.

Begitu juga soal pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Meskipun pada kenyataannya pembangkit listrik berbahan bakar batubara rata-rata berlokasi jauh di luar kota, sehingga sulit kalau disebut ikut berkontribusi terhadap pencemaran udara. “Karena itu perlu ditilik lagi sumbernya, disebabkan oleh apa saja, seperti misalnya pembakaran sampah. Selain itu perlu dipertimbangkan, kebijakan apa yang diambil terkait hal tersebut,” jelasnya.

Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebut, sumber polusi ibu kota terbagi menjadi empat, transportasi darat (75 persen), pembangkit listrik dan pemanas (9 persen), pembakaran industri (8 persen), dan pembakaran domestik (8 persen).

Azis Kurniawan, Manajer Riset dan Pengembangan Koaksi Indonesia, mengemukakan, Gubernur DKI Jakarta telah mengeluarkan Instruksi Gubernur No.66/2019, mengenai percepatan pelaksanaan pengendalian kualitas udara Jakarta di awal bulan ini. Produk hukum tersebut menjadi perintah kepada semua gedung milik pemerintah daerah agar dipasangi pembangkit lisrik tenaga surya atap (PLTS Rooftop).

Dalam pernyataan persnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kampanye penggunaan listrik surya atap, Menteri ESDM menyarankan badan usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat, mulai memanfaatkan atap bangunan dan gedung yang dimiliki dengan memasang PLTS atap.

Selain Kementerian ESDM yang telah memasang PLTS Rooftop di seluruh gedungnya, Pemda DKI juga akan segera mengikuti langkah serupa sesuai arahan Menteri ESDM tersebut. Targetnya di 2022, pemasangan PLTS Rooftop akan selesai di DKI. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com