hut

Tahun Ajaran Baru, MI Darussalam Rajabasa Gunakan Bangunan Baru

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sebanyak 124 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam dan sekitar 12 tenaga pendidik akhirnya menempati bangunan baru.

Cepnuh, M.Pd, Kepala Sekolah MI Darussalam di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut bangunan mulai dipakai sejak pertengahan Juli bertepatan dengan tahun ajaran baru 2019/2020.

Sebanyak lima kelas disebut Cepnuh dipergunakan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6. Sementara bagi siswa kelas 5 sementara waktu mempergunakan lorong yang ada di sekolah.

Kelas 5 berjumlah sebanyak 17 siswa disebutnya masih akan mempergunakan lorong. Belum adanya serah terima penggunaan lokal belajar bagi siswa membuat pihak sekolah menggunakan ruang seadanya.

Bangunan baru bagi MI Darussalam disebut Cepnuh merupakan bantuan dari berbagai pihak. Sebab usai tsunami Selat Sunda dampak Gunung Anak Krakatau (GAK) pada 22 Desember 2018 silam bangunan sekolah rusak.

Cepnuh,M. Pd, Kepala Sekolah MI Darussalam memperlihatkan sebagian kursi yang pernah rusak akibat tsunami 22 Desember 2018 silam, Kamis (15/8/2019) – Foto: Henk Widi

Sejumlah gedung yang berhadapan dengan pantai bahkan jebol oleh terjangan air laut. Bantuan bangunan baru disebutnya berasal dari yayasan CT Arsa Foundation, Polri, Kementerian Agama dan sejumlah pihak.

“Bantuan dari yayasan CT Arsa Foundation berupa ruang belajar bagi siswa, musala dan dari Polri ruangan yang kini dipergunakan sebagai kantor para guru, dari Kementerian Agama berupa meja, kursi dan lemari pendukung kegiatan belajar,” ungkap Cepnuh, M.Pd, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (15/8/2019).

Pada tahun ajaran baru Cepnuh menyebut minat orangtua menyekolahkan siswa ke MI Darussalam cukup tinggi. Sebab tahun ajaran baru 2019/2020 saat sejumlah sekolah dasar tidak mendapat murid, MI yang dipimpinnya mendapatkan sebanyak 25 siswa.

Dari sebanyak 25 siswa 2 diantaranya masih belum masuk sekolah karena trauma dengan kejadian tsunami.

Berkat adanya bantuan dari sejumlah pihak, kegiatan belajar mengajar (KBM) di MI berjalan lancar. Hampir selama satu bulan belajar, para siswa disebutnya sudah mulai bisa menyesuaikan dengan suasana sekolah yang baru.

Sebagai rangkaian kegiatan memeriahkan HUT RI ke-74 para siswa bahkan dilibatkan dalam kegiatan lomba gerak jalan di Kecamatan Rajabasa. Sementara di sekolah berbagai perlombaan juga digelar.

“Kegiatan belajar mengajar normal namun kami masih menunggu serah terima bangunan dari pihak donatur dalam waktu dekat,” ungkap Cepnuh.

Serah terima disebutnya akan bersamaan dengan selesainya bangunan pesantren di Desa Sukaraja yang mendapat bantuan dari Yayasan CT Arsa Foundation.

Meski belum serah terima ia memastikan telah mendapat izin dari donatur mempergunakan ruang kelas. Sebab sebelum bangunan sekolah selesai dibangun, siswa masih belajar dengan menumpang di rumah warga.

Sejak awal Januari 2019, Cepnuh memastikan siswa bahkan mengalami dua kali pindah kegiatan belajar. Tahap pertama para siswa belajar di dalam tenda yang disediakan oleh relawan usai tsunami.

Namun akibat tenda cukup panas membuat KBM tidak nyaman, bulan Januari siswa belajar di rumah warga bahkan garasi mobil tidak jauh dari sekolah.

“Sembari menunggu bangunan sekolah direhab, kami mempergunakan fasilitas yang ada,” ungkap Cepnuh.

Semenjak memiliki bangunan baru, kondisi sekolah juga lebih baik dari sebelum tsunami. Para siswa bahkan mendapat tambahan fasilitas musala yang sangat representatif dibandingkan sebelumnya.

Fasilitas kamar mandi dan toilet sehat juga disediakan oleh pihak donatur. Meski demikian ia berharap di bagian belakang sekolah yang menghadap laut bisa dibuat talud penahan gelombang. Menghindari kerusakan bangunan akibat abrasi.

Lihat juga...